Negosiasi dengan AS Ambyar, Iran Klaim Kuasai Hormuz

Minggu 12-04-2026,15:58 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Gagalnya perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat di Pakistan langsung dibalas dengan nada tinggi dari Teheran. Alih-alih melunak, Iran justru menegaskan posisinya makin kuat, terutama di jalur vital dunia, Selat Hormuz.

Penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, terang-terangan mengklaim negaranya kini memegang kendali penuh atas selat yang jadi urat nadi energi global itu. Pernyataan ini disampaikan lewat media sosial X pada Minggu, 12 April 2026.

“Hari ini Selat Hormuz sepenuhnya berada di tangan kami,” ujar Velayati.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Ia muncul tepat setelah negosiasi terbaru di Islamabad berakhir buntu tanpa kesepakatan. Iran seolah ingin mengirim pesan bahwa kegagalan diplomasi bukan berarti mereka kehilangan posisi tawar.

Velayati juga menegaskan bahwa pendekatan diplomasi Iran selalu berpijak pada kepentingan nasional. Dalam konteks itu, penguasaan Selat Hormuz disebut sebagai bagian dari strategi besar negara tersebut.

BACA JUGA:Pinjol Berkedok Syariah Makin Ganas, OJK Bongkar Kerugian Rp142,22 Triliun

Di sisi lain, Amerika Serikat justru melihat kegagalan perundingan ini sebagai kerugian bagi Iran. Wakil Presiden AS JD Vance menilai posisi Teheran justru melemah.

“Kami tidak mencapai kesepakatan, itu kabar buruk bagi Iran, jauh lebih buruk dibandingkan bagi Amerika Serikat,” kata Vance.

Perundingan di Islamabad sendiri digelar untuk meredakan konflik Iran dengan AS dan Israel yang sudah memakan korban lebih dari 3.300 jiwa sejak 28 Februari 2026. Meski sempat ada gencatan senjata selama dua pekan, situasi di lapangan tetap rapuh dan mudah kembali memanas.

Selama konflik berlangsung, Iran diketahui membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Jalur ini bukan sembarang perairan, karena menjadi pintu keluar masuk sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia.

BACA JUGA:Koperasi Desa Didorong Jadi Bank Mini Syariah, Ferry Minta MES Turun Tangan 25 Tahun

Langkah Iran itu langsung berdampak ke pasar energi global. Ketegangan di selat ini membuat kekhawatiran pasokan terganggu semakin besar, apalagi jika konflik kembali eskalatif.

Kini, dengan negosiasi yang kembali kandas, pernyataan Iran soal penguasaan Selat Hormuz menjadi sinyal jelas. Teheran tampaknya siap menjadikan jalur strategis itu sebagai kartu tawar utama dalam menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan sekutunya.

Kategori :