JAKARTA, PostingNews.id — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mulai mendorong arah baru pengembangan koperasi desa. Lewat skema ekonomi syariah, Koperasi Desa Merah Putih diproyeksikan bukan sekadar tempat simpan pinjam, tapi naik kelas jadi lembaga pembiayaan mikro berbasis syariah.
Dorongan itu disampaikan Ferry dalam agenda seminar Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Barat pada Sabtu, 11 April 2026. Dalam forum itu, ia menekankan bahwa ekonomi syariah tak boleh berhenti di konsep, tapi harus langsung menyentuh sektor riil.
“Kami berharap perbankan syariah di Jawa Barat membuat model pembiayaan mikro yang bisa digunakan koperasi desa. Dengan begitu, kegiatan ekonomi riil bisa tumbuh berkelanjutan,” kata Ferry.
Ia melihat koperasi desa punya posisi strategis karena langsung berhadapan dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, integrasi dengan MES dinilai penting agar koperasi tidak berjalan sendiri tanpa dukungan sistem pembiayaan yang kuat.
BACA JUGA:Terbang Lagi Temui Putin, Prabowo Bantah Tudingan Jalan Jalan
Ferry menjelaskan, Koperasi Merah Putih bukan sekadar koperasi biasa. Ada tiga peran yang diemban sekaligus. Mulai dari menyalurkan kebutuhan pokok termasuk barang subsidi, menjadi penampung atau offtaker produk desa, hingga menyalurkan berbagai program pemerintah pusat.
Dengan fungsi itu, ia mendorong MES Jawa Barat tak sekadar jadi forum diskusi. Organisasi ini diminta masuk lebih dalam lewat kerja sama konkret, termasuk memperkuat pembiayaan mikro dan membantu mengisi gerai ritel modern dengan produk desa.
Menurut Ferry, jika koperasi dan ekonomi syariah benar-benar disatukan, peluang ekonomi yang terbuka bisa jauh lebih besar. Produk desa tidak lagi berhenti di pasar lokal, tapi bisa masuk ke rantai distribusi yang lebih luas dengan dukungan pembiayaan syariah.
Ia bahkan mendorong agar Koperasi Merah Putih dijadikan prioritas pembangunan ekonomi syariah dalam jangka panjang. Targetnya tidak main-main, sampai 25 tahun ke depan.
BACA JUGA:Muslimat NU Gedor PBB Soal Perang Timur Tengah, Dunia Jangan Diam Saat Anak dan Perempuan Dibantai
Dengan skenario itu, Ferry optimistis koperasi desa bisa berubah menjadi pusat distribusi produk halal dan syariah. Bukan cuma menggerakkan ekonomi lokal, tapi juga membangun ekosistem ekonomi berbasis syariah yang lebih besar, khususnya di Jawa Barat.