Kritik Pemerintah Dibalas Kepala Anjing, Teror ke Palti Hutabarat Bikin Merinding

Kamis 19-03-2026,13:17 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Teror bernuansa intimidasi kembali menyasar pegiat media sosial. Kali ini, kepala anjing yang sudah dipenggal ditemukan tergeletak di depan rumah orang tua Palti Hutabarat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu pagi, 18 Maret 2026, di Kecamatan Namo Rambe. Palti yang berada di Jakarta baru mengetahui kejadian tersebut setelah menerima kiriman foto dan video dari kakaknya melalui grup WhatsApp keluarga.

Dalam dokumentasi itu terlihat jelas kepala anjing berbulu cokelat dibiarkan begitu saja di halaman rumah tanpa penutup. Malam sebelumnya, keluarga sempat mendengar suara benda jatuh, namun baru diperiksa keesokan paginya.

“Rabu paginya Mama bangunkan Kakak untuk cek ada benda apa di depan rumah. Itulah kepala anjing yang dikirim Kakak di grup WhatsApp keluarga,” kata Palti kepada wartawan, Kamis, 19 Maret 2026.

Situasi makin mencurigakan karena tak ada satu pun rekaman kamera pengawas yang bisa dijadikan petunjuk. Kamera di pos keamanan dilaporkan rusak, sementara di sekitar rumah juga tidak tersedia CCTV.

BACA JUGA:Kasus Air Keras Andrie Yunus Seret Anggota BAIS TNI, Penyidikan Masih Menggantung

Berdasarkan keterangan pihak keamanan kompleks, hingga sekitar pukul 23.00 hingga tengah malam tidak terlihat aktivitas mencurigakan. Palti menduga pelaku beraksi di luar jam tersebut, baik sebelum malam larut atau justru setelahnya.

Bangkai kepala anjing itu kini telah diamankan pihak keamanan untuk dilaporkan ke komandan setempat. Sementara itu, patroli rutin mulai dilakukan setiap malam di sekitar rumah keluarganya.

Palti menilai, aksi ini bukan sekadar iseng. Ia menduga kuat teror tersebut berkaitan dengan aktivitasnya yang kerap mengkritik kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto di media sosial.

“Kalau melihat konten saya yang sering mengkritik pemerintah khususnya langsung ke Pak Prabowo, dugaan saya kemungkinan untuk memberikan rasa takut,” ujarnya.

BACA JUGA:CASN 2026 Disaring Ketat, Negara Lagi Bokek

Ia juga mengaku khawatir karena pola teror yang dialaminya menunjukkan eskalasi. Sebelum insiden ini, ada orang tak dikenal yang sempat menanyakan penghuni rumah pada 11 Maret 2026. Dua hari kemudian, muncul paket belanja fiktif dengan sistem bayar di tempat.

Tak berhenti di situ, pada 14 Maret 2026, paket lain dikirim atas nama ayahnya yang telah meninggal. Keluarga memilih tidak membuka paket tersebut karena curiga berisi ancaman.

Teror juga datang dalam bentuk digital. Pada 25 Februari 2026, Palti menerima pesan dari nomor asing berisi gambar dirinya dengan tulisan bernada tuduhan. “Palti Hutabarat Antek Banteng Seruduk Sana-Sini,” bunyi salah satu tulisan dalam gambar tersebut.

Palti menyebut keluarganya kini diliputi rasa cemas. Ia bahkan membandingkan kejadian ini dengan kasus lain yang lebih ekstrem, seperti serangan terhadap aktivis dan pegiat digital sebelumnya.

Kategori :