Survei Princeton dan SMRC: Puasa Medsos Meningkatkan Kesehatan Mental

Senin 16-03-2026,13:11 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Setelah satu bulan, terlihat perbedaan tren antara kelompok kontrol dan kelompok yang diminta menghentikan penggunaan media sosial.

Pada kelompok kontrol, skor depresi justru meningkat dari 23,8 pada survei pertama menjadi 24,4 pada survei kedua. Sebaliknya, pada kelompok pertama skor depresi menurun dari 23,8 menjadi 22,4. Pada kelompok kedua skor depresi juga menurun dari 22,4 menjadi 21,7.

“Temuan ini menunjukkan bahwa penghentian sementara penggunaan media sosial cenderung berkaitan dengan penurunan tingkat depresi,” demikian tertulis dalam laporan survei tersebut.

Selain itu penelitian juga melihat perubahan pada indikator afeksi atau perasaan positif. Pada kelompok kontrol, skor afeksi turun tipis dari 69,2 menjadi 68,7.

Pada kelompok pertama skor relatif stabil dari 69,7 menjadi 69,6. Sementara pada kelompok kedua skor justru meningkat dari 69,0 menjadi 70,0.

Laporan tersebut menyebut penghentian penggunaan media sosial terutama yang dilakukan bersama anggota keluarga dapat meningkatkan perasaan positif. Dampaknya terlihat dari berkurangnya rasa kesepian, frustrasi, kekhawatiran, dan kebosanan.

Sebaliknya, tingkat kepuasan hidup, kebahagiaan, serta ketenangan mental mengalami peningkatan.

Penelitian ini juga mencatat bahwa penghentian media sosial secara individu berdampak pada peningkatan kualitas tidur. Sementara penghentian secara kolektif dalam rumah tangga memberikan dampak yang lebih luas.

Langkah tersebut terbukti membantu menurunkan tingkat kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, serta memperbaiki kesehatan mental dan emosional secara keseluruhan.

Kategori :