Perang Timur Tengah Memanas, Indonesia Tingkatkan Siaga Militer

Selasa 10-03-2026,09:29 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya (Purn) Donny Ermawan Taufanto memastikan situasi keamanan Indonesia masih terjaga meski konflik di kawasan Teluk terus memanas. Menurut dia, masyarakat Indonesia tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan tenang tanpa ancaman keamanan yang berarti.

Hal itu disampaikan Donny saat membuka bazar Idul Fitri di lingkungan Kementerian Pertahanan di Jakarta pada Selasa 10 Maret 2026. “Alhamdulillah keadaan kita di Indonesia masih aman, tidak seperti kejadian saat ini di Timur Tengah dimana suasana tidak bisa menikmati bulan Ramadan seperti halnya di Indonesia,” ujar Donny.

Ia menilai kondisi aman yang dirasakan masyarakat Indonesia di tengah konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel merupakan karunia yang patut disyukuri. “Ini merupakan nikmat yang harus kita syukuri juga,” kata dia.

Di tengah situasi global yang memanas, Tentara Nasional Indonesia meningkatkan kewaspadaan. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah mengeluarkan telegram pada 1 Maret 2026 yang menetapkan status siaga I bagi seluruh satuan pertahanan di Indonesia.

BACA JUGA:Kata Gus Yaqut di Sidang Korupsi Kuota Haji: Saya Sedang Mencari Keadilan

Status tersebut mengharuskan seluruh satuan militer berada dalam kesiapsiagaan tinggi untuk mengantisipasi potensi ancaman di dalam negeri seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dalam telegram itu disebutkan TNI diminta menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan. Pasukan juga diperintahkan melakukan patroli di berbagai objek vital strategis dan pusat kegiatan ekonomi.

Patroli dilakukan antara lain di bandar udara, pelabuhan, stasiun kereta api hingga terminal bus. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di tengah meningkatnya ketegangan global.

Selain itu Kodam Jaya Jayakarta diperintahkan melaksanakan patroli pengamanan di kantor kedutaan besar negara asing yang berada di Jakarta.

Satuan intelijen juga dikerahkan untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap kemungkinan adanya kelompok yang memanfaatkan situasi konflik di Timur Tengah untuk memicu gangguan keamanan di dalam negeri.

BACA JUGA:Bukber Anti Boncos! Ini 6 Restoran All You Can Eat di Jakarta yang Harganya Masih Ramah Kantong!

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigadir Jenderal Aulia Dwi Nasrullah belum menjelaskan secara rinci ancaman yang dimaksud maupun berapa lama status siaga I akan diberlakukan. Ia hanya menyebut kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika situasi di tingkat internasional, regional, maupun nasional.

“Dengan demikian TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi, salah satunya adalah dengan melaksanakan apel pengecekan kesiapan secara rutin,” ujar Aulia kepada wartawan pada Sabtu 7 Maret 2026.

Kategori :