JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Nama Sandara Park tiba-tiba ramai dibicarakan setelah muncul tuduhan mengejutkan yang disampaikan oleh rekannya sendiri, Park Bom.
Kontroversi ini memicu berbagai reaksi dari penggemar karena melibatkan isu serius serta hubungan lama di antara sesama anggota grup 2NE1.
Keributan ini bermula ketika Park Bom mengunggah sebuah surat tulisan tangan di media sosial yang berisi penjelasan mengenai kontroversi lama terkait obat yang pernah menyeret namanya.
BACA JUGA:KPK Pakai Pasal Langka untuk Jerat Bupati Pekalongan
Dalam surat tersebut ia mengaku selama ini dijadikan kambing hitam dalam sebuah kasus yang menurutnya berkaitan dengan dugaan penggunaan narkoba oleh Sandara Park.
Park Bom bahkan menuliskan bahwa dirinya dibuat seolah-olah menjadi pecandu narkoba demi menutupi isu yang disebutnya melibatkan rekannya sendiri.
Pernyataan tersebut langsung memicu kehebohan besar di kalangan penggemar serta memunculkan berbagai spekulasi mengenai hubungan keduanya.
Menanggapi tuduhan tersebut, Sandara Park segera memberikan klarifikasi dan dengan tegas membantah bahwa dirinya pernah menggunakan narkoba seperti yang dituduhkan.
BACA JUGA:Jual Minuman Alkohol Tanpa Izin, Outlet di Mal Jakarta Barat Disegel Sementara
Melalui pernyataan yang disampaikan di media sosial, Sandara menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengonsumsi narkoba sepanjang hidupnya.
Ia juga menyampaikan pesan singkat yang menyatakan bahwa ia berharap Park Bom dalam kondisi baik dan mendoakan yang terbaik untuk rekannya tersebut.
Pernyataan ini sekaligus menjadi bentuk klarifikasi langsung dari Sandara setelah namanya mendadak terseret dalam kontroversi tersebut.
Pihak yang dekat dengan Sandara Park juga menyebutkan bahwa tuduhan yang dilontarkan Park Bom tidak memiliki dasar yang jelas dan dinilai sebagai klaim yang tidak benar.
BACA JUGA:Gentengisasi Prabowo Masuk Menteng Tenggulun, 52 Rumah Direnovasi Sekaligus Dorong UMKM
Mereka menegaskan bahwa tudingan mengenai keterlibatan Sandara dalam kasus narkoba sama sekali tidak berdasar dan tidak pernah terjadi.