Konflik Global Memanas, Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Jakarta Tetap Aman Jelang Ramadan

Kamis 05-03-2026,19:03 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai menimbulkan kekhawatiran baru di pasar global, termasuk potensi lonjakan harga komoditas pangan. Namun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan masyarakat ibu kota tidak perlu cemas. Stok bahan pokok dipastikan dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan proyeksi kebutuhan pangan sudah dihitung secara rinci. Berdasarkan perhitungan pemerintah daerah, cadangan sejumlah komoditas strategis masih berada pada level yang cukup bahkan berlebih.

“Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran,” ujar Elisabeth dalam keterangannya, Minggu 1 Maret 2026.

Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi rantai pasok dan harga komoditas dunia. Pemerintah daerah ingin memastikan dampak gejolak global tidak langsung terasa di pasar domestik, khususnya di Jakarta yang menjadi pusat konsumsi nasional.

BACA JUGA:Jakarta Ramadan Festival 2026, Pemprov DKI Andalkan UMKM dan Diskon Mal Jaga Daya Beli

Seperti tahun-tahun sebelumnya, konsumsi bahan pokok memang diproyeksikan meningkat selama Ramadan. Beberapa komoditas bahkan mengalami lonjakan permintaan yang cukup signifikan.

Elisabeth menjelaskan kenaikan paling terlihat pada telur ayam yang diperkirakan naik sekitar 7,5 persen. Selain itu permintaan daging sapi atau kerbau serta bawang putih diproyeksikan meningkat sekitar 3,5 persen selama periode Ramadan.

Meski demikian, ketersediaan stok dinilai masih jauh di atas kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah mencatat cadangan beras di Jakarta saat ini mencapai lebih dari 100 ribu ton. Angka tersebut melampaui kebutuhan bulanan yang diperkirakan berada di kisaran 68 ribu ton.

Cadangan protein hewani juga dinilai aman. Stok daging ayam dan daging sapi disebut memiliki ketersediaan berlipat dibandingkan kebutuhan normal bulanan. Hal yang sama juga berlaku untuk gula pasir serta minyak goreng yang tersimpan dalam jumlah puluhan ribu ton.

Lonjakan Konsumsi Jelang Lebaran

Kenaikan konsumsi diperkirakan semakin terasa ketika memasuki periode Idulfitri pada Maret. Data sementara menunjukkan beberapa komoditas akan mengalami lonjakan permintaan yang lebih tinggi dibandingkan saat awal Ramadan.

Telur ayam kembali menjadi komoditas dengan kenaikan konsumsi terbesar. Permintaannya diproyeksikan melonjak lebih dari 17 persen. Di belakangnya menyusul daging ayam serta bawang merah yang masing-masing diperkirakan meningkat di atas 10 persen.

BACA JUGA:Gentengisasi Prabowo Masuk Menteng Tenggulun, 52 Rumah Direnovasi Sekaligus Dorong UMKM

Meski konsumsi melonjak, pemerintah daerah memastikan ketersediaan pangan masih berada dalam batas aman. Stok beras bahkan tercatat mencapai lebih dari 136 ribu ton, sementara kebutuhan selama periode tersebut diperkirakan sekitar 78 ribu ton.

“Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai,” kata Elisabeth.

Kategori :