Meski begitu, Ray tidak menutup kemungkinan politik kembali menghadirkan kejutan. Ia menilai dinamika kekuasaan sering kali melahirkan skenario yang sulit diprediksi.
“Apakah Sjafrie akan melakukan siklus 20 tahunan seperti yang dilakukan SBY tahun 2004, kita tunggu tanggal mainnya,” kata Ray.
BACA JUGA:Megawati Kirim Surat Duka ke Iran atas Syahidnya Ayatollah Ali Khamenei
Bagi Ray, kemunculan nama Sjafrie di bursa calon presiden masih berada pada tahap wacana. Namun pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa figur yang berada di lingkar kekuasaan sering kali memiliki jalur sendiri menuju panggung politik yang lebih besar.
Di titik inilah sejarah politik Indonesia kerap berulang dengan cara yang berbeda. Figur dari dalam kabinet bisa saja berubah menjadi pesaing utama dalam kontestasi kekuasaan nasional. Dan jika dinamika itu benar-benar bergerak menuju 2029, pertanyaan yang sama seperti dua dekade lalu kembali muncul di ruang publik. Apakah sejarah akan berulang atau justru melahirkan cerita baru dalam politik Indonesia.