JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Amerika Serikat mencatat lonjakan perekrutan personel militer aktif sepanjang Tahun Anggaran 2025. Data pemerintah menunjukkan capaian ini menjadi yang tertinggi dalam lebih dari 15 tahun terakhir.
Pencapaian tersebut muncul setelah beberapa cabang militer sebelumnya sempat mengalami kekurangan rekrut dalam beberapa tahun berturut-turut.
Laporan resmi Departemen Perang Amerika Serikat yang dirilis Rabu, 25 Februari 2026, memperlihatkan seluruh matra militer aktif mampu memenuhi bahkan melampaui target perekrutan tahunan. Hasil ini menandai perubahan tren setelah periode panjang defisit personel.
Seluruh matra lampaui target perekrutan
Kinerja perekrutan tercatat merata di seluruh angkatan. Angkatan Darat menargetkan 61.000 rekrut dan merealisasikan 62.050 orang atau sekitar 101,7 persen dari sasaran. Angkatan Laut mencatat capaian lebih tinggi dengan 44.096 rekrut dari target 40.600 orang atau sekitar 108,6 persen.
Angkatan Udara memenuhi target dengan 30.166 rekrut dari sasaran 30.100 orang. Angkatan Antariksa merekrut 819 personel dari target 796 orang atau sekitar 102,9 persen. Korps Marinir mencapai target penuh sesuai rencana perekrutan tahunan. Secara rata-rata, lima matra tersebut mencapai sekitar 103 persen dari target.
BACA JUGA:Trump Bakal Serang Iran, Tunggu Sinyal Terakhir dari Perundingan Jenewa
"Sejak November 2024, militer kita telah mencapai persentase perekrutan tertinggi dalam hal keberhasilan misi dalam lebih dari 15 tahun," kata juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, dikutip Rabu 25 Februari 2026.
Wakil Menteri Perang Bidang Personel dan Kesiapsiagaan, Anthony J Tata, menyebut keberhasilan ini sebagai hasil fokus kepemimpinan terhadap kesiapan pasukan. Menurut dia, pencapaian tersebut tidak terlepas dari arah kebijakan yang menempatkan misi militer sebagai prioritas utama.
"Mengapa? Karena kita memiliki panglima tertinggi dan menteri perang yang fokus pada pasukan dan misi kita, serta memastikan bahwa kita tetap menjadi kekuatan tempur paling mematikan di planet ini," ujar Tata.
Pernyataan para pejabat itu memperlihatkan bagaimana capaian perekrutan dipandang sebagai hasil koordinasi strategi di tingkat kepemimpinan nasional.
Setelah bertahun-tahun mengalami defisit rekrut
Lonjakan perekrutan ini terjadi setelah beberapa tahun sebelumnya Angkatan Darat dan Angkatan Laut menghadapi kekurangan rekrut yang cukup serius. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor awal yang mengganggu proses perekrutan. Selain itu, perubahan preferensi generasi muda serta persaingan ketat dengan sektor swasta ikut mempersempit basis kandidat.
BACA JUGA:Donald Trump Serang Netflix dan Warner Bros Discovery, Industri Hiburan Amerika Mulai Gelisah
Dalam beberapa tahun terakhir, militer bahkan sempat menurunkan target perekrutan dan menawarkan berbagai insentif tambahan guna menarik calon personel baru. Namun, tren tersebut mulai berbalik pada 2025.
Perubahan kondisi pasar tenaga kerja disebut turut memengaruhi peningkatan minat terhadap karier militer. Kolonel Lee Evans, direktur intelijen pasar di Army Recruiting Command, menjelaskan bahwa rendahnya tingkat pengangguran tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi lapangan kerja.
"Yang kita lihat selama beberapa tahun terakhir adalah tingkat pengangguran tetap relatif rendah, sekitar 4 persen, tetapi kita melihat tingkat lowongan pekerjaan menurun," kata Evans.