Menlu Soroti Dunia Kian Rapuh, Ancaman Nuklir Kembali Menguat

Senin 23-02-2026,21:55 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

"Pada saat yang sama, teknologi baru seperti AI, kemampuan siber, dan ruang angkasa menambah risiko lebih lanjut. Tanpa pagar pembatas yang jelas, teknologi ini memperkuat ketidakpastian dan meningkatkan risiko eskalasi yang tidak disengaja. Upaya perlucutan senjata multilateral harus mengimbangi realitas ini," tuturnya.

Berdasarkan kondisi tersebut, Sugiono meyakini mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Konferensi Perlucutan Senjata tetap relevan untuk menahan berkembangnya narasi pembangunan senjata nuklir secara masif.

Forum itu diharapkan mampu menjaga norma serta komitmen internasional yang selama ini menjadi dasar pengendalian senjata.

Ia menegaskan upaya perlucutan senjata tidak boleh dilemahkan oleh praktik yang mengabaikan tanggung jawab internasional. Negara-negara anggota, menurut dia, perlu memastikan kewajiban dijalankan secara konsisten dan akuntabel.

"Tindakan yang merusak perlucutan senjata tidak boleh dinormalisasi; kewajiban harus ditegakkan dengan akuntabilitas dan tanpa pengecualian. Kita juga harus mengatasi ketidakseimbangan yang terus tumbuh dalam implementasinya," ucapnya.

Kategori :