99 Persen Produk Asal AS Masuk Tanpa Tarif, Bagaimana Nasib UMKM?

Senin 23-02-2026,20:40 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan hampir seluruh produk asal Amerika Serikat yang masuk ke pasar Indonesia akan memperoleh tarif impor nol persen.

Kebijakan itu menjadi bagian dari kesepakatan dalam Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia dan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Haryo saat memberikan keterangan mengenai perkembangan perundingan dagang kedua negara pada Ahad, 22 Februari 2026.

"Indonesia membuka akses pasar untuk 99 persen produk asal AS dengan tarif sebesar 0 persen, dan akan mulai berlaku saat Entry Into Force (EIF) perjanjian ini," ujar Haryo.

Menurut dia, pembukaan akses pasar itu juga diikuti komitmen pemerintah untuk merapikan sejumlah hambatan non-tarif yang selama ini menjadi perhatian pelaku usaha Amerika Serikat.

Penyesuaian dilakukan terutama pada aspek perizinan impor, ketentuan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN, pengakuan standar Amerika Serikat, serta proses sertifikasi halal.

BACA JUGA:KPK Buka Peluang Panggil OSO usai Fasilitasi Menag Naik Jet Pribadi

"Indonesia berkomitmen untuk menghapus Hambatan Non-Tarif bagi AS khususnya terkait perizinan impor, ketentuan TKDN, pengakuan standar AS, dan sertifikasi halal," sambungnya.

Haryo menilai kebijakan tersebut tidak serta-merta mengancam pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di dalam negeri. Ia mengatakan struktur tarif Indonesia selama ini relatif rendah. Rata-rata tarif efektif atau effective tariff rate berada di kisaran 8,1 persen berdasarkan skema Most Favored Nation atau MFN.

Ia menambahkan Indonesia sebelumnya juga telah menerapkan tarif nol persen melalui berbagai perjanjian perdagangan bebas maupun kerja sama kemitraan ekonomi komprehensif dengan sejumlah negara mitra utama. Kesepakatan dagang tersebut, kata dia, mencakup sebagian besar arus perdagangan nasional.

"Mitra dagang yang sudah terikat perjanjian dengan Indonesia merepresentasikan sekitar 80 persen dari total perdagangan Indonesia," ucap Haryo.

Lebih jauh, pemerintah menilai produk Amerika Serikat yang memperoleh fasilitas tarif nol persen bukan barang konsumsi massal yang langsung bersaing dengan produk UMKM. Mayoritas barang yang masuk justru berupa input produksi, bahan baku, barang modal, serta komponen industri dengan standar mutu tinggi.

BACA JUGA:Tuduh Indonesia Jadi Biang Kerok Skandal Timnas Negeri Jiran, Media Malaysia Justru Semprot FAM Buat Ngaca!

Haryo mengatakan kebutuhan terhadap barang-barang tersebut masih besar di dalam negeri. Pelaku usaha, termasuk UMKM, dinilai memerlukan pasokan input berkualitas agar mampu meningkatkan daya saing produksi.

"Untuk memproduksi barang dengan kualitas, mutu dan harga yang lebih kompetitif dengan orientasi pasar domestik maupun ekspor," katanya.

Kategori :