Gagal Capai Target, Patrick Kluivert Ngaku Masih Ingin Latih Timnas Indonesia

Jumat 20-02-2026,10:40 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Patrick Kluivert masih menyimpan keinginan untuk kembali menukangi Timnas Indonesia. Mantan penyerang tim nasional Belanda itu menilai pengalamannya bersama skuad Garuda menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan karier kepelatihannya.

Kluivert sebelumnya dipercaya menangani Timnas Indonesia pada awal tahun lalu. Ia menggantikan Shin Tae-yong dengan target membawa Indonesia menembus putaran final Piala Dunia 2026. Harapan tersebut menjadi bagian dari proyek besar pembinaan sepak bola nasional saat itu.

Perjalanan Timnas Indonesia di ajang kualifikasi tidak berjalan sesuai rencana. Langkah tim terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hasil tersebut turut memengaruhi posisi Indonesia dalam peringkat FIFA.

Setelah rangkaian pertandingan berakhir, kerja sama antara Kluivert dan PSSI resmi dihentikan melalui kesepakatan bersama. Perpisahan itu menandai berakhirnya masa tugas pelatih berusia 49 tahun tersebut bersama tim nasional.

Meski demikian, Kluivert mengaku pengalaman melatih Indonesia meninggalkan kesan mendalam. Ia menilai atmosfer sepak bola nasional memiliki karakter yang berbeda dibandingkan negara lain yang pernah ia tangani.

BACA JUGA:Donald Trump Blak-blakan Tak Mau Melawan Prabowo, Sebut Pemimpin Kuat dan Dihormati

"Itu luar biasa (menjadi pelatih timnas Indonesia," kata Patrick Kluivert kepada media Belanda, dikutip dari BolaSport Jumat, 20 Februari 2026.

Menurut dia, besarnya antusiasme publik menjadi salah satu hal paling berkesan selama bekerja di Indonesia. Dukungan suporter disebut hadir hampir di setiap pertandingan, menciptakan tekanan sekaligus energi bagi tim.

"Saya belum pernah bekerja di tengah kegilaan seperti itu."

"Tiga ratus juta orang yang gila sepak bola."

"Saya bekerja dengan fantastis," terangnya.

Kluivert menilai gairah sepak bola Indonesia terasa sangat kuat. Ia merasakan dukungan luas dari masyarakat yang terus memberi motivasi kepada tim sepanjang kompetisi berlangsung.

BACA JUGA:Terbang dengan Jet Pribadi, Menag Sebut Hanya Undangan Keluarga

Selama menangani Timnas Indonesia, ia juga terbantu oleh keberadaan staf pelatih asal Belanda yang menjadi bagian dari tim kepelatihannya. Kolaborasi tersebut memudahkan proses adaptasi serta komunikasi di dalam tim.

Pengalaman di Indonesia datang tidak lama setelah dirinya berpisah dari tim nasional Curacao. Masa kerja bersama skuad Garuda kemudian menjadi tantangan baru dalam karier kepelatihannya di level internasional.

Kategori :