Jumlah Investor Tembus 20 Juta, Waspada Jebakan Saham Gorengan di Pasar Modal

Minggu 15-02-2026,19:34 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Langkah pertama adalah berfokus pada fundamental perusahaan. Investor perlu mencermati laporan keuangan, pertumbuhan laba, arus kas, serta rasio valuasi seperti price to earning ratio atau PER dan price to book value atau PBV. Emiten dengan kinerja stabil cenderung lebih tahan terhadap gejolak jangka pendek.

Langkah berikutnya adalah memprioritaskan saham dengan rekam jejak pembagian dividen yang konsisten. Dividend yield yang sehat dapat menjadi bantalan imbal hasil sekaligus mencerminkan kondisi arus kas perusahaan yang relatif kuat.

“Di tengah pasar yang stabil, saham dengan dividend yield tinggi (4-7 persen) akan menjadi primadona,” lanjutnya.

Selain itu, diversifikasi portofolio menjadi strategi penting untuk mengelola risiko. Investor disarankan tidak menempatkan seluruh dana pada satu saham atau sektor tertentu.

Kombinasi saham defensif seperti perbankan dan konsumsi dengan saham bertumbuh dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio di tengah dinamika pasar.

Kategori :