POSTINGNEWS.ID --- Bayangkan bangun tidur dan hal pertama yang lo cari adalah kopi. Normal, kan? Tapi buat Angela, wanita berusia 45 tahun, "ngopi" bukan lagi sekadar hobi atau biar nggak ngantuk, tapi sudah jadi kebiasaan ekstrem yang hampir merenggut nyawanya.
Gak tanggung-tanggung, Angela mengaku bisa menghabiskan hampir 100 cangkir kopi setiap harinya selama bertahun-tahun. Angka yang bikin geleng-geleng kepala ini akhirnya terungkap setelah sang anak "memaksa" ibunya untuk pergi memeriksakan diri ke dokter.
Awalnya, Angela sempat denial dan merasa badannya baik-baik saja. Namun, dorongan kuat dari putrinya membuat Dr. Sweta Shah, dokter umum yang menanganinya, berhasil mengulik rahasia gelap di balik pola hidup Angela yang nggak biasa ini.
BACA JUGA:Susah Fokus Tanpa Kopi? Bisa Jadi Tanda Ketergantungan Kafein, Gini Cara Kuranginya..
Keracunan Kafein: Saat Tubuh Sudah Teriak Minta Tolong
Begitu mendengar pengakuan "100 cangkir sehari", Dr. Sweta langsung memberikan peringatan keras. Secara medis, batas aman konsumsi kafein untuk orang dewasa normal itu cuma sekitar empat cangkir saja per hari.
Lebih dari itu? Lo berisiko besar mengalami keracunan kafein. Gejalanya nggak main-main: detak jantung meningkat tajam, tekanan darah melonjak, hingga sistem pencernaan yang berantakan karena terus-terusan dipompa zat stimulan.
Angela sendiri akhirnya jujur kalau dia menderita diare setiap hari. Ini adalah sinyal jelas dari tubuh kalau lambung dan ususnya sudah "overheat" akibat asupan kopi yang jauh melampaui batas kewajaran manusia normal.
BACA JUGA:Survei KedaiKOPI: 80 Persen Publik Anggap Soeharto Pantas Jadi Pahlawan
Taruhan Nyawa di Balik Kecanduan yang Dianggap Sepele
Banyak dari kita mungkin merasa kecanduan kopi itu keren atau cuma sekadar lifestyle anak kota. Tapi dalam kasus Angela, Dr. Sweta menegaskan kalau kebiasaan ini adalah jalur cepat menuju kematian jika tidak segera dihentikan.
Kecanduan kafein yang ekstrem bisa memicu gangguan fungsi organ secara permanen. Pertanyaannya sekarang, apakah kondisi ini bisa pulih? Dokter bilang mungkin saja, tapi syaratnya cuma satu: berhenti total dan mulai disiplin membatasi asupan.
Angela pun mulai ditantang untuk melihat seberapa lama dia bisa bertahan di pagi hari tanpa menyentuh kopi sama sekali. Sebuah perjuangan berat untuk melepaskan diri dari belenggu cairan hitam yang selama ini mendominasi hidupnya.
BACA JUGA:Info Kesehatan: Bukan Cuma Bikin Melek, Ini 5 Manfaat Minum Kopi di Pagi Hari yang Jarang Diketahui!
Pelajaran Penting: Dengerin Badan Sebelum Terlambat
Kisah Angela ini jadi pengingat keras buat kita semua. Sesuatu yang awalnya terasa nikmat dan membantu produktivitas bisa berubah jadi racun mematikan kalau dikonsumsi tanpa kontrol.
Jangan pernah mengabaikan keluhan fisik yang muncul berulang, sekecil apa pun itu. Dan yang paling penting, jangan tutup telinga kalau orang terdekat sudah mulai khawatir sama kebiasaan buruk yang lo pelihara.
Sehat itu mahal, tapi kehilangan nyawa cuma gara-gara obsesi pada secangkir (atau seratus cangkir) kopi jauh lebih tragis. Yuk, mulai ngopi secara bijak demi masa depan yang lebih panjang!