Prabowo Ngamuk soal MSCI, Pemerintah Perketat Pengawasan Pasar Modal

Kamis 12-02-2026,08:10 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto bereaksi keras atas sorotan lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International terhadap transparansi pasar modal Indonesia. Pernyataan MSCI itu memicu guncangan di bursa dan dinilai mengancam citra negara di mata internasional.

Kemarahan Presiden disampaikan oleh Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo yang kini menjabat sebagai utusan khusus presiden. Ia menyebut reaksi keras itu muncul setelah pasar saham domestik terpukul dan kepercayaan investor terguncang.

"Presiden Prabowo sangat marah. Dia sangat marah atas apa yang terjadi minggu lalu, terutama terkait kehormatan negara kita yang terancam," kata Hashim saat berbicara dalam ASEAN Climate Forum di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.

Menurut Hashim, reaksi Presiden bukan semata karena jatuhnya indeks. Ia menyoroti dampak langsung yang dirasakan investor ritel. Banyak di antara mereka yang menanggung kerugian akibat volatilitas tajam setelah pengumuman MSCI.

"Investor ritel, banyak yang menjadi korban, kan? Banyak yang menjadi korban. Jadi ini sangat penting," ujar Hashim.

BACA JUGA:Jejak Sakti Wahyu Trenggono di Balik Ribut Anggaran Kapal dengan Purbaya

Selain itu, peringatan MSCI dinilai menyentuh reputasi otoritas pasar modal nasional. Hashim menyebut sorotan tersebut mempertaruhkan kredibilitas Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia sebagai pengawas dan pengelola pasar.

Ia mengatakan pemerintah tidak akan tinggal diam. Pengawasan terhadap otoritas pasar modal akan diperketat. Langkah itu, menurut Hashim, ditempuh demi menjaga kehormatan negara.

"Pemerintah Indonesia bertekad untuk menjaga kredibilitas dan kehormatan Republik Indonesia. Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi, beliau akan mengawasinya dengan sangat ketat," ucapnya.

Tanggapan Bursa

Dari sisi pengelola bursa, respons pemerintah tersebut disambut positif. Bursa menilai sikap tegas Presiden sebagai bentuk dukungan terhadap pembenahan pasar modal.

Pejabat sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, mengatakan dukungan pemerintah memberi dorongan moral bagi jajaran baru di bursa dan otoritas pengawas.

BACA JUGA:Di Balik Rekayasa Ekspor Sawit Berkedok Limbah, Negara Kecolongan Rp 14 Triliun

"Kami tentu berterima kasih mendapatkan dukungan yang luar biasa dari pemerintah," kata Jeffrey di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 11 Februari 2026.

Ia menyebut dukungan tersebut disertai harapan agar reformasi pasar modal dipercepat. Pemerintah, menurutnya, meminta langkah-langkah penting segera dijalankan tanpa menunda waktu.

"Beliau memberikan support bagi kami yang baru menjabat untuk bisa melakukan hal-hal yang penting dan perlu dilakukan dalam sesegera mungkin. Dan itu akan kami lakukan," ujarnya.

Tekanan MSCI dan Gejolak IHSG

Kategori :