JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Bagi sebagian orang, matematika bukan sekadar mata pelajaran sulit. Ia bisa menjadi sumber kecemasan sejak usia dini. Sejumlah riset menunjukkan, rasa takut terhadap angka sudah muncul sejak bangku sekolah dasar.
Bahkan, banyak siswa mengaku mulai merasa tertekan saat berhadapan dengan pelajaran ini sejak kelas awal.
Kondisi itu tidak selalu hilang seiring bertambahnya usia. Hingga jenjang perguruan tinggi, sekitar seperempat mahasiswa masih mengalami kecemasan matematika pada tingkat sedang hingga tinggi.
Dalam jangka panjang, situasi tersebut dapat berkembang menjadi apa yang kerap disebut sebagai "trauma matematika". Dampaknya, tidak sedikit orang dewasa yang akhirnya memilih menjauh dari bidang kerja yang bersinggungan dengan angka.
Meski begitu, matematika tetap menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sekecil apa pun, perhitungan dasar tetap digunakan dalam berbagai aktivitas.
Namun kabar baiknya, tidak semua profesi menuntut pemahaman matematika secara mendalam. Ada sejumlah pekerjaan yang lebih menekankan kemampuan komunikasi, kreativitas, dan pemahaman manusia.
BACA JUGA:Demam Tinggi Bisa Jadi Gejala Virus Nipah? Begini Penjelasan Epidemiolog
Berikut sejumlah pilihan profesi yang relatif minim penggunaan matematika, dirangkum dari berbagai sumber pendidikan dan dunia kerja.
Seniman
Bagi mereka yang memiliki ketertarikan kuat pada dunia visual dan ekspresi kreatif, profesi seniman bisa menjadi pilihan. Ruang lingkupnya luas, mulai dari seni rupa, desain grafis, hingga karya digital. Seorang seniman dapat bekerja secara mandiri maupun bergabung dalam industri kreatif.
Pekerjaan ini lebih menuntut kepekaan estetika, imajinasi, dan kemampuan menyampaikan pesan visual. Perhitungan angka bukan menjadi fokus utama dalam aktivitas sehari-hari.
Jurusan yang relevan antara lain desain komunikasi visual, desain grafis, dan seni rupa.
Penulis
Dunia kepenulisan lebih bertumpu pada kekuatan bahasa, alur berpikir, serta kemampuan merangkai kata. Profesi ini tidak menuntut penguasaan matematika secara khusus.
Penulis dibutuhkan di berbagai bidang, mulai dari media, penerbitan, hingga perusahaan yang memerlukan konten informasi.
Kemampuan observasi dan pengolahan ide menjadi modal utama. Angka hanya hadir sebatas data pendukung, bukan inti pekerjaan.
BACA JUGA:Awalnya Hanya Sariawan, Penyakit Istri Pesulap Merah Berujung Kematian