Prabowo Pamerkan Danantara dan MBG di Panggung WEF Davos, Klaim Tata Kelola Indonesia Berstandar Internasional

Jumat 23-01-2026,12:18 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

Pendekatan profesional itu, menurut Presiden, tidak hanya diterapkan pada sektor investasi, tetapi juga pada program sosial, hilirisasi industri, serta agenda kemandirian pangan dan energi.

Program MBG dan CKG sebagai perluasan layanan kesehatan

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyoroti pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis atau CKG. Ia menilai kebijakan tersebut bukan langkah populis, melainkan keputusan rasional untuk menekan beban pembiayaan kesehatan dalam jangka panjang.

“Kami memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada seluruh warga Indonesia. Ini bukan program populis, melainkan program rasional untuk menghemat biaya,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa deteksi dini penyakit akan mencegah pembengkakan biaya pengobatan di masa depan.

BACA JUGA:Takut Disanksi, Kurir Paket Ini Nekat Terjang Banjir di Daan Mogot Berujung Mogok

“Para ahli saya mengatakan bahwa dalam jangka panjang, kita akan menghemat banyak, bahkan miliaran dolar AS,” ujarnya.

Saat ini, sekitar 70 juta warga telah menerima layanan CKG dan akan memperoleh pemeriksaan gratis setiap tahun sepanjang hidup. Pemerintah menargetkan program ini menjangkau seluruh anak-anak dan orang dewasa di Indonesia.

“Dengan mendeteksi penyakit lebih awal, kita akan jauh lebih hemat dalam jangka panjang. Ini sebenarnya program peningkatan produktivitas,” tegasnya.

Selain CKG, Prabowo juga memaparkan perkembangan program Makan Bergizi Gratis. Ia menyebut produksi makanan saat ini telah mencapai sekitar 59,8 juta porsi per hari.

Dalam waktu dekat, angka tersebut ditargetkan melampaui produksi harian jaringan makanan cepat saji global yang berada di kisaran 68 juta porsi.

“Dalam sekitar satu bulan ke depan, kita akan melampaui McDonald’s. Tahun ini, target kami 82,9 juta porsi per hari,” kata Prabowo.

BACA JUGA:PKH Tahap 1 2026 Segera Disalurkan, Keluarga Penerima Mulai Bersiap

Program yang mulai berjalan pada 6 Januari 2025 itu berkembang pesat. Dari awalnya hanya 190 dapur, kini telah menjadi lebih dari 21.000 dapur di berbagai daerah.

Selain meningkatkan asupan gizi anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia, program ini juga melibatkan lebih dari 61.000 pelaku UMKM serta membuka ratusan ribu lapangan kerja baru.

“Inilah sebabnya saya yakin pertumbuhan kami akan mencapai angka yang mengesankan,” ujar Prabowo.

Kategori :