Prabowo Pamerkan Danantara dan MBG di Panggung WEF Davos, Klaim Tata Kelola Indonesia Berstandar Internasional

Jumat 23-01-2026,12:18 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan forum World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis 22 Januari 2026, untuk memaparkan arah awal pemerintahan yang dipimpinnya. Di hadapan para pemimpin dunia, ekonom, akademisi, dan pelaku usaha global, ia menegaskan bahwa Indonesia tengah dikelola dengan standar tata kelola internasional.

Dalam forum WEF tersebut, Prabowo menjelaskan berbagai kebijakan utama yang sedang dijalankan pemerintah. Mulai dari program sosial, agenda industrialisasi, hingga pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara. Menurut dia, kebijakan itu dirancang sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Prabowo menekankan bahwa arah pembangunan Indonesia saat ini berorientasi pada tata kelola yang akuntabel dan berbasis keahlian. Ia menyebut pemerintah berupaya memastikan setiap kebijakan diawasi secara ketat dan dijalankan oleh tenaga profesional.

Danantara diperkenalkan sebagai instrumen utama

Dalam pidatonya, Prabowo secara khusus memperkenalkan Danantara kepada peserta forum. Lembaga tersebut dibentuk untuk memastikan pengelolaan dan realokasi modal dilakukan secara efisien dan transparan.

“Faktanya, inilah cara kami menjalankan pemerintahan di Indonesia sekarang, mulai dari program sosial, kebijakan hilirisasi sumber daya alam, hingga upaya mencapai kemandirian pangan dan energi. Semua kebijakan itu diawasi secara ketat dan dikerjakan oleh para ahli,” kata Prabowo.

BACA JUGA:Layanan SIM Keliling Wilayah Jakarta Hari Ini, Cek Lokasi dan Syaratnya

Ia menjelaskan bahwa Danantara saat ini mengelola aset sekitar 1 triliun dolar AS. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut membuat posisi Indonesia semakin sejajar dalam pergaulan global.

“Dengan Danantara, saya bisa berdiri di hadapan Anda semua sebagai mitra yang sejajar. Indonesia kini bukan hanya negara yang damai dan stabil, tetapi semakin menjadi negeri penuh peluang,” ujarnya.

Prabowo menyampaikan bahwa Danantara disiapkan untuk membiayai dan ikut membiayai industri masa depan. Pemerintah, kata dia, membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak internasional.

“Kami akan berinvestasi bersama Anda semua. Danantara dibentuk untuk mendukung industrialisasi yang signifikan di negara kami,” ucapnya.

Saat ini, Danantara menaungi 1.044 badan usaha milik negara. Jumlah itu akan dipangkas menjadi sekitar 300 perusahaan agar pengelolaannya lebih efisien.

BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Mengintai hingga Akhir Pekan, BPBD Minta Warga Jakarta Bersiap Hadapi Hujan Lebat

“Kami akan melakukan rasionalisasi dan menyingkirkan ketidakefisienan. Kami menginginkan tata kelola kelas dunia dengan standar internasional,” kata Prabowo.

Ia juga menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap perekrutan profesional terbaik, termasuk dari luar negeri. “Kami menginginkan otak dan pikiran terbaik di dunia,” ujarnya.

Kategori :