Unggahan tersebut diawali dengan kalimat yang sangat menyayat hati para penggemarnya.
"Jiwaku terluka," tulis Brahim Diaz di akun Instagram pribadinya.
Dukungan suporter yang selama ini mengalir deras justru membuatnya merasa semakin bersalah.
Ia merasa belum bisa membalas cinta yang diberikan publik Maroko kepadanya.
BACA JUGA:Piala Dunia 2026 di Ujung Tanduk, 16.800 Penggemar Batalkan Tiket dalam Satu MalamDiaz mengakui bahwa harapan juara sempat melambung berkat dukungan luar biasa dari fans.
"Aku bisa memimpikan titel juara ini karena seluruh cinta yang kalian berikan kepadaku, setiap pesan, setiap dukungan yang membuatku merasa bahwa aku tidak sendirian. Aku berjuang dengan semua hal yang kumiliki, terutama dengan hatiku." sambungnya.
Pernyataan ini menunjukkan betapa besar keinginan sang pemain untuk memberikan trofi.
Namun, realita di lapangan berkata lain dan ia harus menerima kenyataan pahit tersebut.
BACA JUGA:Xabi Alonso Cabut, Vinicius Junior Langsung Perpanjang Kontrak dengan Gaji Selangit!
Tanpa mencari alasan, mantan pemain yang kini membela Maroko itu mengambil tanggung jawab penuh.
"Kemarin, aku gagal dan aku bertanggung jawab penuh. Aku minta maaf dari lubuk hatiku yang terdalam. Akan sulit bagiku untuk pulih, karena luka ini tidak akan sembuh dengan mudah... tapi aku akan berusaha. Bukan untuk diriku sendiri, melainkan untuk setiap orang yang percaya kepadaku dan untuk setiap orang yang menderita bersamaku." katanya.
Ia berjanji untuk bangkit demi orang-orang yang telah mempercayainya selama ini.
Proses pemulihan mental ini diakuinya tidak akan berjalan dengan instan.
BACA JUGA:Super! Layvin Kurzawa Dirumorkan ke Persib, Mantan Duetnya Neymar di PSG!
Tekad kuat untuk menebus kesalahan menjadi penutup pesan mengharukan tersebut.
"Aku akan terus maju sampai saat aku bisa mengembalikan seluruh cinta dari kalian dan menjadi sebuah sumber kebanggaan untuk seluruh orang Maroko," sebutnya.