Sumber pendapatan PP Properti datang dari berbagai lini, mulai dari penjualan apartemen sebesar Rp 245 miliar, rumah Rp 34 miliar, hotel Rp 149,7 miliar, biaya layanan penyewa Rp 17 miliar, hingga sewa Rp 11 miliar. Namun angka-angka tersebut belum mampu menahan laju kerugian. Tekanan itu juga tercermin pada sisi neraca. Aset perusahaan pada 2024 tercatat Rp 18,24 triliun, turun dari Rp 19,69 triliun pada 2023.
Masuknya empat BUMN ini ke daftar potensi delisting menegaskan satu hal. Status pelat merah bukan lagi jaminan kebal dari sanksi pasar. Bursa kini menaruh perhatian pada kelangsungan usaha dan kepatuhan emiten terhadap ketentuan yang berlaku. Jika tak ada perbaikan nyata, ancaman keluar dari papan perdagangan bukan lagi sekadar wacana, melainkan risiko yang kian mendekat.