Dua Perusahaan Raksasa Siap Masuk Bursa, BEI Bocorkan Dua Emiten Mercusuar

Rabu 31-12-2025,18:08 WIB
Reporter : Andika Prasetya
Editor : Andika Prasetya

JAKARTA, PostingNews.id — Bursa kembali memberi sinyal ke pasar, kali ini lewat kabar yang biasa bikin pelaku modal pasang telinga. Menjelang pergantian tahun, PT Bursa Efek Indonesia mengungkap rencana masuknya dua perusahaan besar ke lantai bursa pada awal 2026. Keduanya bukan pemain kecil. Kategorinya masuk kelas mercusuar, jenis emiten yang sejak awal diproyeksikan memberi dampak signifikan pada pasar.

Rencana itu disampaikan di sela-sela suasana penutupan perdagangan akhir tahun. Di Gedung BEI Jakarta, Selasa 30 Desember 2025, optimisme pasar bercampur dengan hitung-hitungan awal tahun depan. Dua perusahaan mercusuar tersebut disebut tengah menyiapkan langkah untuk melangsungkan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering pada kuartal pertama 2026.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa kedua calon emiten ini datang dari sektor yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Infrastruktur dan pertambangan menjadi ladang asalnya, dua sektor yang kerap bersinggungan langsung dengan proyek besar, kebutuhan modal jumbo, dan sorotan publik.

“Lighthouse ada dua. Yang ada itu sektor infrastruktur dan mining,” ujar Nyoman saat ditemui usai seremoni penutupan perdagangan BEI Tahun 2025, Selasa, Selasa 30 Desember 2025.

Pernyataan singkat itu menyimpan banyak makna. Infrastruktur selama ini identik dengan proyek jangka panjang dan keterlibatan negara, sementara pertambangan selalu membawa cerita soal komoditas, ekspor, dan siklus harga global. Ketika dua sektor ini bersiap masuk bursa dalam status mercusuar, pasar membaca pesan bahwa 2026 bukan sekadar tahun lanjutan, melainkan babak baru yang disiapkan sejak dini.

BACA JUGA:PDIP Pasang Badan Tolak Pilkada Lewat DPRD, Pilkada Langsung Masih Harga Mati

Meski belum merinci identitas perusahaan maupun nilai penawaran, BEI memberi gambaran bahwa proses penjajakan sudah berjalan. Status mercusuar sendiri menandakan emiten dengan skala besar, struktur bisnis matang, dan potensi likuiditas tinggi sejak hari pertama perdagangan. Biasanya, kehadiran emiten semacam ini menjadi magnet tersendiri bagi investor institusi maupun ritel.

Dengan target kuartal pertama 2026, dua IPO ini juga menandai strategi bursa untuk menjaga momentum pasar sejak awal tahun. Setelah menutup 2025 dengan berbagai dinamika global dan domestik, BEI tampaknya ingin membuka lembaran baru dengan emiten yang langsung memberi bobot pada indeks dan aktivitas perdagangan.

Bagi pelaku pasar, kabar ini masih sebatas isyarat. Namun di dunia bursa, isyarat sering kali cukup untuk memicu spekulasi, kalkulasi, dan penantian. Infrastruktur dan pertambangan kini tinggal menunggu waktu untuk benar-benar menyalakan mercusuarnya di lantai bursa.

Kategori :