Buzzer Rusia Makin Menggila Usai Elon Musk Perlonggar Kebijakan Twitter

Selasa 05-09-2023,15:17 WIB
Reporter : Maulana Ali Firdaus
Editor : Tyo Sulistio

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Uni Eropa mengklaim ada peningkatan propaganda Rusia di platform Twitter/X sejak Elon Musk mengambil alih perusahaan tersebut.
 
Hasil studi yang diterbitkan oleh Komisi Eropa mengungkap bahwa Elon Musk memiliki peran penting dalam memfasilitasi propaganda Rusia, terutama yang berfokus pada Ukraina.
 
Propaganda Rusia terhadap Ukraina di Twitter telah menjangkau lebih banyak orang daripada sebelumnya, bahkan dibanding sejak invasi Rusia ke Ukraina setahun lalu.
 
Studi tersebut juga menilai, meningkatnya propaganda Rusia terkait dengan kebijakan Twitter yang menghentikan pembatasan berita tentang Rusia dan Ukraina setelah diakuisisi oleh Elon Musk.
 
BACA JUGA: Perwakilan Nahdliyin Minta Ganjar dan Prabowo Pertimbangkan Yenny Wahid Sebagai Cawapres
 
Selama tahun 2022, akun media sosial yang terkait dengan Kremlin memiliki jangkauan yang lebih luas di seluruh Eropa.
 
Analisis awal menunjukkan bahwa jangkauan dan pengaruh akun yang didukung Kremlin terus berkembang, terutama pada paruh pertama tahun 2023, yang dipicu oleh perubahan kebijakan keamanan Twitter.
 
"Akun-akun yang didukung Kremlin telah berkembang lebih jauh pada paruh pertama tahun 2023, khususnya didorong oleh penghapusan standar keamanan Twitter," ungkap laporan tersebut.
 
Uni Eropa telah mengambil pendekatan yang lebih agresif dalam menghadapi disinformasi yang didukung oleh pemerintah, terutama melalui Undang-Undang Layanan Digital yang baru berlaku.
 
BACA JUGA: Kemenperin Benarkan Polusi Udara di Jakarta Bukan Sepenuhnya Salah Kendaraan Bermotor
 
Undang-Undang ini memerlukan perusahaan media sosial untuk menilai risiko informasi palsu, menghentikan penyebaran yang terburuk yang dipicu oleh algoritma, dan melakukan audit terhadap kinerja mereka.
 
Elon Musk, sebagai pemilik Twitter, menarik platform tersebut dari kode etik sukarela yang bertujuan untuk melawan disinformasi yang luas pada Juni 2022.
 
Twitter juga melonggarkan aturan konten dan mengurangi penegakan hukum.
 
Di bawah kepemilikan Musk, Twitter juga menghapus label media yang berhubungan dengan Kremlin dan memungkinkan akun yang menyebarkan propaganda untuk membayar program verifikasi centang biru agar unggahan mereka lebih menonjol.
Kategori :