Airlangga Hartarto Sebut Manuver Politik Muhaimin 'Biasa Saja'

Kamis 31-08-2023,22:53 WIB
Reporter : Maulana Ali Firdaus
Editor : Deden Rinaldi

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, merespons dengan singkat kabar tentang kerja sama antara Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
 
Salah satu poin dalam kesepakatan tersebut adalah pencalonan Abdul Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Anies Rasyid Baswedan.
 
Airlangga menganggap kabar tersebut sebagai hal yang lumrah dalam dunia politik.
 
"Kalau politik biasa saja," ujar Airlangga singkat, Kamis (31/8).
 
BACA JUGA: Ancaman Kudeta Militer Sedang Menanti Presiden Ukraina
 
Saat ditanya apakah terkejut dengan pasangan Anies-Muhaimin, Airlangga hanya berkomentar singkat.
 
Dia juga tidak memberikan klarifikasi apakah Muhaimin telah berkomunikasi dengan Koalisi Indonesia Maju mengenai dukungannya terhadap Anies.
 
Airlangga menyatakan bahwa pembicaraan akan dilakukan di dalam koalisinya.
 
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, menginformasikan bahwa Anies Rasyid Baswedan dan Partai Nasdem telah sepakat bekerja sama dengan PKB.
 
BACA JUGA: Siaga Perang Nuklir, AS Kerahkan Pesawat Siluman ke Inggris
 
Kerja sama tersebut disepakati secara sepihak pada tanggal 30 Agustus 2023.
 
Riefky mengungkapkan bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik antara Partai Nasdem, PKB, dan dirinya sebagai calon wakil presiden.
 
Keputusan tersebut diambil atas inisiatif Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh.
 
"Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum Nasdem, Surya Paloh," ungkap Riefky dalam keterangan tertulis, Kamis (31/8).
 
BACA JUGA: Minat Beli Mobil Tua? Coba Pertimbangkan Dulu, Karena...
 
Partai Demokrat telah mengonfirmasi ihwal tersebut kepada Anies dan mereka mengklaim dipaksa menerima kesepakatan tersebut.
 
Partai Demokrat berencana menggelar rapat Majelis Tinggi yang dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk merespons situasi ini.
 
Keputusan mengenai Pilpres 2024 akan ditentukan oleh lembaga tersebut. 
Kategori :