Pemprov DKI Pangkas Anggaran Transjakarta, PSI: 'Katanya Mau Serius Tangani Kemacetan?'

Selasa 29-08-2023,10:31 WIB
Reporter : Maulana Ali Firdaus
Editor : Deden Rinaldi

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Eneng Maliyanasari heran dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang ingin mengurangi subsidi Public Service Obligation (PSO) bagi PT Transjakarta.
 
Eneng mempertanyakan keputusan Pemprov yang berencana memotong anggaran PSO untuk operasional Transjakarta dari Rp 3,9 Triliun menjadi Rp 2,9 Triliun dalam anggaran tahun 2024.
 
Menurut Eneng, langkah semacam itu seharusnya tidak dilakukan, apalagi Pemprov telah berkomitmen mendukung transportasi publik.
 
"Katanya serius mau menangani kemacetan dan polusi udara?" tanya Eneng, Senin (28/8) kemarin.
 
BACA JUGA: Gara-Gara KUHP Baru, MA Diskon Hukuman Ferdy Sambo Cs
 
Pemprov DKI justru memangkas subsidi PSO Transjakarta, padahal, kata dia, seharusnya Pemprov mendukung transportasi publik terutama untuk mengatasi kemacetan dan polusi udara di Jakarta.
 
Eneng menilai langkah pengurangan subsidi PSO Transjakarta bisa berdampak negatif terhadap pelayanan bus Transjakarta dan JakLinko/Mikrotrans yang dikelola oleh Transjakarta.
 
Ia percaya bahwa layanan transportasi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
 
Eneng juga lagi-lagi heran dengan rencana tersebut, mengingat masyarakat sering diimbau untuk beralih ke transportasi publik.
 
BACA JUGA: Ukraina Gunakan Rudal 'Rahasia' untuk Bikin Rontok Rusia di Krimea
 
"Pemprov DKI gagal paham dalam kebijakannya," tegas Eneng.
 
Menurut dia, langkah itu seakan bertolak belakang dengan upaya Pemprov untuk mengurangi polusi udara.
 
Salah satu solusi jangka panjang menurut Eneng untuk mengatasi kemacetan dan polusi udara adalah dengan beralih ke transportasi publik berbasis listrik.
 
Ia berpendapat bahwa Pemprov seharusnya mendukung inisiatif itu dengan meningkatkan kualitas dan jumlah transportasi publik yang menggunakan energi listrik.
 
BACA JUGA: Lembaga Atom Selidiki Limbah Radioaktif yang Dibuang Jepang ke Samudra Pasifik, Aman Kah?
 
Ia juga berpendapat bahwa anggaran seharusnya lebih difokuskan pada pengembangan transportasi publik berkualitas daripada membeli mobil listrik untuk ASN (Aparatur Sipil Negara).
 
"Mending dorong Transjakarta bisa mengoperasionalkan bus listrik sebanyak mungkin," kata Eneng.
Kategori :