Jokowi Tinjau Gempa Cianjur, Pastikan Penanganan dan Bantuan Logistik Tepat Tersalurkan

Jokowi Tinjau Gempa Cianjur, Pastikan Penanganan dan Bantuan Logistik Tepat Tersalurkan

jokowi tinjau korban gempa cianjur-tangkap layar (Sekretariat presiden)-Youtube

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Presiden RI, Joko Widodo meninjau langsung korban yang terdampak pasca kejadian gempa di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada Selasa, 22 November 2022.

Jokowi ingin memastikan para korban mendapatkan penanganan yang memadai dan memastikan bantuan logistik yang telah disalurkan apakah tersalurkan dengan baik.

Setibanya di lokasi, Jokowi akan meninjau langsung dampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur.

BACA JUGA:Tips Simpan Sayur dan Buah Agar Tak Gampang Busuk, Dijamin Awet Berhari-hari!

BACA JUGA:Innalillahi, Ki Joko Bodo Meninggal Dunia: Ada Riwayat Darah Tinggi

Beberapa lokasi yang akan ditinjau langsung adalah rumah sakit, daerah terdampak bencana, dan juga posko pengungsian.

Jokowi meninjau secara langsung lokasi pengungsian dengan didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Menko PMK Muhadjir Effendy, KSAD Jendral TNI Dudung Abdurachman dan Kapolri Listyo Sigit.

Perjalanan menuju Cianjur ini ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat, Jokowi ingin memastikan akses jalan sudah kembali dibuka.

"Presiden lebih memilih menggunakan mobil untuk memastikan akses jalan yang sempat tertutup akibat gempa, sudah kembali terbuka," ucap Deputi bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

BACA JUGA:Manfaat Menangis untuk Kesehatan, Ternyata Dapat Membunuh Bakteri!

BACA JUGA:Heboh Denise Chariesta Beberkan Pernah Hamil Anak RD: Ini Adalah Bukti

Disamping itu, Presiden Joko Widodo memastikan akan membantu warga yang mengalami kerusakan rumah akibat gempa Cianjur.

"Rumah-rumah yang rusak berat, yang rusak ringan, dan yang rusak sedang, pemerintah akan memberikan bantuan," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan ada bantuan sejumlah uang untuk warga yang rumahnya rusak. Nilainya berkisar Rp 10-50 juta, tergantung kadar kerusakan rumah masing-masing.

Sumber: berbagai sumber

(edited)