Alhamdulilah! Satu Pasien Omicron XBB di Surabaya Dinyatakan Sembuh

Alhamdulilah! Satu Pasien Omicron XBB di Surabaya Dinyatakan Sembuh

Kasus Covid-19 di Jakarta melonjak tajam-Ilustrasi virus covid-Pixabay

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyatakan satu pasien Covid-19 yang tertular Omicron subvarian XBB di Surabaya telah sembuh.

Pasien tersebut terkonfirmasi positif terkena Omicron subvarian XXB pada bulan September 2022 lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina saat berada di Dinkes Surabaya.

BACA JUGA:Dunia Terancam Resesi, 60 Negara Diprediksi Krisis Utang Tahun Depan

"Pasien itu dinyatakan sembuh pada Oktober 2022 beserta kontak eratnya," kata Nanik saat berada di Dinkes Surabaya Jumat, 28 Oktober 2022.

Nanik juga terus waspada kepada warga Surabaya terhadap covid varian baru ini agar tidak terus meluas wabahnya.

Nanik menjelaskan upaya yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya yaitu meningkatkan pengetesan, pelacakan, dan pengobatan. Upaya pelacakan dilakukan pada kontak erat seperti keluarga, lingkungan tempat tinggal, tempat kerja, dan riwayat perjalanan dari pasien terkonfirmasi positif.

"Kemudian melakukan penyelidikan epidemiologi kepada seluruh kriteria kasus beserta kontak eratnya. Serta, melakukan analisa terhadap peningkatan kasus, pemetaan persebaran kasus, dan kejadian transmisi lokal (pelacakan kluster)," ujar dia.

BACA JUGA:Serangan Bersenjata di Masjid Syiah Iran, Belasan Jemaah Dilaporkan Tewas

Dinkes Surabaya mengoptimalkan ruangan dan tempat tidur rumah sakit di Kota Surabaya sebagai tempat perawatan Covid-19. Kemudian, pemeriksaan kesehatan dan pemantauan pasien terinfeksi COVID-19 oleh puskesmas.

"Menyalurkan bantuan obat dan alat kesehatan ke rumah sakit rujukan Covid-19, Tim Gerak Cepat TGC 24 Jam, dan penyemprotan desinfektan pada area yang teridentifikasi kasus konfirmasi positif dan suspek bersama RT/RW, kelurahan/kecamatan melalui peran dan fungsi Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo," kata dia.

Nanik mengatakan Dinkes Surabaya juga menghentikan sementara kegiatan belajar selama 5-7 hari jika angka positivity rate lebih dari 5 persen. Kegiatan belajar dilakukan secara daring.

"Kami juga mengoptimalkan giat vaksinasi untuk seluruh sasaran yang belum tervaksin berbasis wilayah melalui kegiatan percepatan vaksinasi booster dan pelaksanaan vaksinasi di beberapa sentra vaksin dan vaksin corner mal bagi masyarakat umum," kata dia.

BACA JUGA:Eks Menkes Siti Fadilah Supari Komentar Soal Gagal Ginjal Akut: Pemerintah Kecolongan Karena Salah Tata Kelola

Sumber:

(edited)