Berkendara Saat Ban Kurang Angin, Ini Risikonya

Berkendara Saat Ban Kurang Angin, Ini Risikonya

Ban Motor, Image oleh Monoar Rahman Rony dari Pixabay----

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID – Ban yang tidak dalam keadaan terisi full angin akan menyebabkan banyak risiko. Namun, Sebagian orang masih memaksakan untuk menggunakan kendaraan tesebut dengan alasa tertentu.

Salah satu alasannya adalah untuk mengurangi geteran atau guncangan, yang disebabkan oleh jalan berlubang atau jalan yang tidak mulus permukaannya.

Namun taukah Anda jika mereka yang menggunakan ban dengan angin yang kurang, atau mungkin membiarkannya lantaran belum ada waktu ke bengkel, dapat menyebabkan masalah dan kerugian tersendiri bagi si pengguna kendaraan itu.

Menurut laman Garasi, kendaraan yang menggunakan ban yang kurang angin, akan menyebabkan kondisi ban jadi lebih cepat aus.

Terlalu banyak pengikisan, disebabkan oleh ketidakseimbangan angin, adalah salah satu yang menyebabkannya.

Dan salah satu alasan mengapa penting untuk menjaga tekanan ban agar tidak kekurangan angin, adalah salah satunya untuk menggunakan adalah guna mencegah risiko terjadinya ban pecah.

BACA JUGA:All New Honda HR-V dan All New Honda BR-V Anti Keselamatan Tertinggi ASEAN NCAP

Alasannya mudah sekali, karena ketika ban berjalan dalam kondisi kurang angin, hal ini dapat menyebabkan kerja mesin menjadi ekstra.

Tidak berhenti di situ, berkendara dengan kendaraan bermotor yang bannya kurang angin, dapat memicu ban mudah tergelincir atau selip.

Dan yang tidak kalah menyebalakannya adalah menurut Garasi, adalah umur ban yang lalu menjadi lebih pendek dari seharusnya.

Menurut Garasi, ban yang kekurangan angin, akan memicu percepatan usia ban itu sendiri, dengan prosentase 25 persen penyusutan usia ban.

Jadi intinya, jika Anda yang punya masalah dengan penggunaan ban, atau lebih prefer ban dengan kondisi angin yang ngepas untuk alasan kenyamanan, maka saat ini adalah waktu yang paling tepat melakukan perubahan.

Sumber:

(edited)