Geger! Bocah Kecil Tunangan di Madura, Disebut Sudah Jadi Tradisi

Geger! Bocah Kecil Tunangan di Madura, Disebut Sudah Jadi Tradisi

Anak kecil usia empat tahun [email protected]

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Baru baru ini warganet dibuat heboh oleh salah satu postingan akun TikTok yang bernama @taniapesekcz , akun TikTok tersebut memposting vidio anak kecil yang sedang bertunangan.

Anak kecil tersebut baru saja berusia empat tahun, namun oleh orang tuanya sudah di lakukan pertunangan.

Biasanya proses tunangan ini hanya dilakukan bagi orang dewasa, dan setelah bertunangan akan dilanjutkan proses pernikahan. Namun, kali ini sangat berbeda.

BACA JUGA:Pertamina Dapat Apresiasi dari Anggota DPR RI Karena Turunkan Tiga jenis BBM Nonsubsidi

Dari video viral tersebut menjelaskan anak kecil yang tunangan itu bernama Fika. Fika duduk di depan halaman rumahnya dan ada seorang ibu yang menyematkan cincin di jarinya. Ibu itu juga mengalungkan selempang yang dibentuk dari uang kertas nominal Rp 5 ribu ke leher Fika.

Vidio yang diposting itu bercaption "Happy engagement Fika ???? kecil sudah tunangan langgeng trus ya syang????#fpyシ #viralvideo #madurabangkalan????????❤," tulis akun TikTok @taniapesekcz.

Wanita yang berusia 20 tahun ini yang mengunggah vidio tersebut mengungkapkan acara tunangan itu diadakan di Bangkalan, Madura. Video tunangan itu ia rekam pada minggu lalu. Menurutnya, tunangan di usia anak-anak sudah menjadi tradisi di daerahnya.

Video unggahannya viral di media sosial, ia pun menanggapi reaksi ketika membaca komentar warganet. "Banyak komentar yang aneh dan banyak yang menyinggung," ucap Tania.

BACA JUGA:Catat, Beasiswa Riset Baznas 2022 Dibuka, ini Syaratnya

Tania mengatakan, di Bangkalan, Madura ada tradisi menjodohkan anak sejak kecil dan disaksian oleh orang dewasa.

"Fika dijodohin sama anak usia lima tahun, nggak gimana-gimana, biasa. Kalau tradisi Madura banyak dijodohkan dari usia kecil. Kalau jodoh bisa sampai dewasa," ucapnya.

+++++

Menanggapi hal ini, Dosen Sosiologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Dr. Mutmainnah, S.Sos. M.Si, membenarkan adanya kebiasaan tersebut. Bahkan, masih dianggap tradisi sebagian kecil masyarakat di Bangkalan.

"Harus diakui memang pertunangan dini ini masih menjadi tradisi bagi sebagian masyarakat di Bangkalan. Ini biasanya dilakukan oleh mereka dengan latar belakang pendidikan rendah, khususnya yang tinggal di pedalaman desa," kata Mutmainnah. Rabu, 31 Agustus 2022.

Sumber:

(edited)