Banner Ucapan Hari Raya Idul Fitri 2026

Mudik Anti Mainstream, Pria 50 Tahun Gowes Serpong ke Palembang dengan Modal Rp350 Ribu

Mudik Anti Mainstream, Pria 50 Tahun Gowes Serpong ke Palembang dengan Modal Rp350 Ribu

Pemudik asal Serpong gowes ke Palembang dengan sepeda, tempuh 3 hari perjalanan dan hanya keluar biaya sekitar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Di saat pemudik lain berebut tiket dan terjebak macet, satu pria ini justru memilih jalan sunyi yang tak banyak dilirik. Verisa Novri, pemudik asal Serpong, Tangerang Selatan, menempuh perjalanan ke Palembang bukan dengan bus atau pesawat, melainkan sepeda.

Perjalanan itu dimulai dari Serpong pada Selasa, 17 Maret 2026. Ia baru tiba di Palembang setelah tiga hari di jalan, tepatnya Jumat malam, 20 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 WIB, usai melintasi Jalur Lintas Timur Sumatera.

Meski usianya sudah 50 tahun, Verisa tetap menjadikan sepeda sebagai bagian dari gaya hidup. Ini bukan kali pertama ia melakukan perjalanan ekstrem tersebut. Sejak 2018, ia rutin menjajal mudik dengan sepeda. Bahkan tahun lalu, rutenya justru kebalikan dari Palembang menuju Tangerang Selatan.

“Selama di jalan, syukur tidak ada kendala di sepeda. Kendalanya di cuaca, karena selama perjalanan sangat panas, tapi gowes selama mudik itu ada kepuasan tersendiri,” kata Verisa saat ditemui di kawasan Jembatan Ampera, Palembang, Jumat, 20 Maret 2026.

Alasan memilih sepeda pun bukan sekadar gaya. Ia mengaku lebih leluasa mengatur waktu tanpa harus bergantung pada jadwal transportasi umum. “Poinnya itu aman saat gowes sepeda, tidak kena macet, dan sepedaan itu lebih enak,” ujarnya.

BACA JUGA:Dapur MBG Dibuka ke Publik, Prabowo Persilakan Warga Cek dan Komplain

Selama di perjalanan, Verisa mengandalkan fasilitas umum untuk beristirahat. Masjid, kantor polisi, hingga rest area jadi tempat singgah saat tenaga mulai habis. Ia juga merasakan bantuan dari warga sekitar yang ditemui di sepanjang jalur.

“Kalau sudah capek atau kemalaman, saya cari tempat aman seperti polres atau masjid. Kadang warga juga bantu,” katanya. Di tengah perjalanan, ia sempat mendapat tumpangan dari sopir truk di wilayah Lubuk Seberuk. Namun ia tidak mengambil tawaran sampai tujuan akhir.

“Saya bilang sampai Kayu Agung aja, karena saya mau menghindari jalan di dekat kawasan perkebunan sawit, soalnya jalannya menanjak dan tidak rata. Dan juga karena hari juga sangat panas, saya pilih untuk nebeng sedikit,” ujarnya.

Dengan tumpangan itu, jarak tempuhnya berkurang sekitar 50 kilometer. Meski begitu, ia mengaku belum pernah bertemu pemudik lain yang menggunakan sepeda di jalur Sumatera. “Selama di jalan, saya belum ketemu yang mudik ke Sumatera pakai sepeda,” katanya.

BACA JUGA:Prabowo Sentil Pemda, Dikasih Dana Tapi Masih Ngemis ke Pusat

Dari sisi biaya, perjalanan ekstrem ini justru tergolong hemat. Verisa memperkirakan total pengeluaran hanya sekitar Rp350 ribu hingga Rp500 ribu, jauh di bawah ongkos mudik konvensional saat musim Lebaran.

“Rp500 ribu itu sama penginapan losmen, karena saya perlu charger handphone dan powerbank, dan istirahat yang lebih luwes sebelum lanjut lagi,” ujarnya.

Ia menyebut pengeluaran terbesar justru untuk membeli air minum dan minuman manis demi menjaga stamina selama gowes. “Ya rahasia biar tetap kuat gowes, minumnya yang manis. Karena tubuh kan butuh gula ya. Nanti dibakar lagi selama perjalanan gowes,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait