Gelombang Pengunduran Diri Pejabat Sumut, Bobby Nasution Bersyukur
Bobby Nasution.-@giliranpublik-X
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menanggapi sorotan publik terkait mundurnya sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam masa awal kepemimpinannya. Ia menolak anggapan bahwa gelombang pengunduran diri tersebut berkaitan dengan buruknya pola kepemimpinan yang ia jalankan.
Menurut Bobby, keputusan mundur justru berkaitan dengan evaluasi kinerja internal. Ia menyebut sebagian besar pejabat yang memilih meninggalkan jabatan memiliki catatan penilaian kerja yang tidak memuaskan.
Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak ia menjabat, enam pejabat eselon di Pemprov Sumut tercatat mengundurkan diri dengan alasan yang beragam. Fenomena itu sempat memunculkan spekulasi mengenai situasi internal birokrasi di bawah kepemimpinannya.
Bobby menilai anggapan tersebut tidak berdasar. Ia menegaskan pengunduran diri para pejabat lebih berkaitan dengan capaian kerja masing-masing, bukan tekanan kepemimpinan.
"Kalau misalnya kenapa (pejabat itu) mengundurkan diri, oh ini karena pengelolaan (kepemimpinan saya) tidak bagus, nanti kita buka semua (kinerja) yang mundur-mundur ini, penilaian nya kayak mana. Hampir semuanya ini (penilaian kinerja) buruk semua yang mengundurkan diri. Alhamdulillah tahu diri," ujar Bobby saat ditemui wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Sabtu 14 Februari 2026.
BACA JUGA:Tak Hanya Penjara, Jaksa Tuntut Anak Buron Riza Chalid Dimiskinkan Lewat Perampasan Aset
Ia mengatakan pengunduran diri dapat menjadi pilihan yang tepat apabila seorang pejabat merasa tidak mampu memenuhi target kerja yang ditetapkan. Menurut dia, langkah tersebut justru lebih baik dibanding mempertahankan jabatan tanpa kontribusi nyata.
"Kalau kepala dinasnya buruk, mundur aja enggak apa-apa. Itu kan lebih bagus dibilang seperti itu. Dibandingkan sok mau paling betul, tapi kinerjanya enggak ada. Apa yang mau dibangun, kalau mau kayak gitu," tutur Bobby.
Sepanjang masa awal pemerintahannya, enam kepala organisasi perangkat daerah tercatat mengajukan pengunduran diri. Masing-masing menyampaikan alasan personal maupun profesional.
Fitra Kurnia yang menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Energi Sumber Daya Mineral memilih mundur dengan alasan ingin fokus mengurus keluarga. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Hendra Dermawan menyatakan belum mampu bekerja secara maksimal dalam posisinya.
Pengunduran diri juga datang dari Rajali selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura yang mengaku mengalami gangguan kesehatan. Hasmirizal yang memimpin Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman mengundurkan diri dengan alasan keluarga.
BACA JUGA:Tetap Jalan, Pemerintah Ubah Skema Pembagian MBG selama Ramadhan
Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Muhammad Rahmadani Lubis memilih melepas jabatan karena alasan pendidikan. Adapun Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ilyas Sitorus memutuskan pensiun dini dari jabatan yang diembannya.
Bobby menegaskan evaluasi kinerja akan tetap menjadi dasar utama dalam pengelolaan birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ia menilai organisasi pemerintahan membutuhkan pejabat yang mampu bekerja efektif agar program pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News