Perjuangan Dodit Mulyanto Demi Terlihat Kembar dengan Angga Yunanda, Rela Minum Peninggi Badan
Dodit Mulyanto--Foto: Instagram Dodit Mulyanto
JAKARTA, PostingNews.id - Angga Yunanda kembali tampil di bioskop lewat film horor komedi berjudul Sebelum Dijemput Nenek. Dalam film ini, ia berduet dengan komika Dodit Mulyanto. Keduanya dipertemukan dalam peran yang tidak lazim, yakni saudara kembar.
Pilihan tersebut sejak awal menimbulkan tanda tanya. Perbedaan fisik Angga dan Dodit justru menjadi titik berangkat cerita. Ketimpangan itu tidak ditutupi, melainkan dijadikan sumber humor sekaligus konflik visual.
Dodit mengakui dirinya sempat menolak secara batin. Tawaran itu ia anggap terlalu mengada-ada. Ia merasa mustahil disandingkan sebagai kembaran Angga.
“Waktu dihubungi itu, ‘Nanti kembar sama Angga Yunanda’, aku malas banget ya. Konyol itu namanya. Terus orangnya calling lagi, ‘Mas tapi ini Angga Yunanda excited’, ya sudahlah akhirnya aku mau, aku terima deh,” kata Dodit saat ditemui usai pemutaran perdana film di Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Januari 2026.
Setelah menyatakan bersedia, pekerjaan rumah justru menumpuk. Tantangan terbesar datang dari urusan tampilan. Dodit harus mengejar standar visual agar keduanya tampak masuk akal sebagai saudara kembar.
BACA JUGA:Masih di Bawah Umur, Adegan Ranjang Richelle Skornicki dan Aliando Panen Kecaman
Perubahan gaya hidup pun tak terhindarkan. Dodit mulai rajin merawat wajah, sesuatu yang sebelumnya jarang ia lakukan.
“Ngimbangin Angga Yunanda minimal mandi ya tiap hari. Effort banget lho. Aku tuh ya setiap hari sebelum syuting aku melakukan ‘Faisal’ (maksudnya Facial)… tetep nggak glowing,” ujarnya.
Upaya itu berlanjut ke urusan fisik lain. Dodit mengatur pola makan demi menyesuaikan ukuran busana. Ia juga mengaku sampai mengonsumsi minuman peninggi badan agar hasilnya bisa instan.
“Aku harus diet biar minimal ukuran celana sama baju itu mirip. Aku minum peninggi badan, sebelumnya aku segini sekarang segini. Itu perjuanganku,” katanya.
Perubahan tersebut diakui langsung oleh Angga. Selama proses syuting, kebiasaan Dodit terlihat jauh berbeda.
BACA JUGA:Saksi Diam-Diam Rekam Rapat Pengadaan Chromebook: 'Ini Bahaya'
“Mandi banget lho dia,” ujar Angga singkat.
Menariknya, proses penyesuaian tidak berjalan satu arah. Jika Dodit diminta melakukan glow up, Angga justru diminta meredam pesona visualnya. Tim rias mengambil pendekatan sebaliknya agar keduanya terlihat seimbang di layar.
“Biar sama kan. Aku di make up, Angga di make down. Aku dibikin glowing, Angga disuruh mandi lumpur di sawah biar Angga nggak alergi,” kata Dodit berseloroh.
Interaksi keduanya menjadi salah satu kekuatan film ini. Candaan tidak hanya muncul di dalam cerita, tetapi juga dalam dinamika mereka di luar layar. Dodit bahkan sempat menggoda soal pembagian peran ketampanan.
“Gantengnya di aku, lucunya di Angga… eh kebalik ya,” ucapnya disambut tawa.
Sebelum Dijemput Nenek berkisah tentang Hestu dan Akbar, dua saudara kembar yang hidup dalam lingkar keluarga sederhana. Cerita bermula saat sang nenek meninggal pada tanggal yang dianggap keramat.
Kematian itu tidak berhenti sebagai peristiwa duka. Ada konsekuensi yang mengikuti. Kepergian sang nenek menyisakan tuntutan tumbal dari anggota keluarga yang masih hidup. Dari situ, cerita horor bergerak, sementara humor tetap disisipkan sebagai penyeimbang.
Film ini mencoba menawarkan pengalaman yang ringan namun tetap menyimpan ketegangan. Perpaduan horor dan komedi menjadi kendaraan utama. Sementara itu, duet Angga Yunanda dan Dodit Mulyanto berdiri sebagai daya tarik sentral, memanfaatkan perbedaan mereka sebagai kekuatan cerita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News