Dapur MBG di Sumut Beralih Fungsi, Makanan Gratis Kini Disalurkan untuk Korban Banjir
173 dapur MBG di Sumut alihkan distribusi makanan untuk korban banjir dan longsor, total 341.765 paket telah dibagikan ke warga terdampak.-Foto: Antara-
JAKARTA, PostingNews.id — Bencana banjir dan longsor yang melabrak Sumatera Utara bikin sistem makan bergizi gratis berubah haluan mendadak. Total 173 dapur SPPG yang biasanya memasok paket Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa kini banting setir melayani warga yang jadi korban bencana. Sampai Sabtu, 29 November 2025, sudah 341.765 paket makanan turun ke perut masyarakat yang terdampak di berbagai titik.
Kepala BGN Sumut, Agung Kurniawan, menjelaskan kenapa alur distribusi berubah. Sekolah tutup, siswa libur darurat, dan makanan pun harus dialihkan agar tidak menumpuk.
“Ada pengalihan penerima manfaat karena bencana alam banjir, sehingga wilayah yang terdampak sekolah diliburkan dan dialihkan kepada masyarakat terdampak,” ujar Agung. Intinya, dapur tetap ngebul, hanya saja sekarang yang antre bukan murid, tapi warga yang sedang bertahan hidup.
Di meja pemerintah pusat, pemantauan masih jalan dan koordinasi masih dipasang rapat. Pendataan kebutuhan tambahan untuk warga yang belum tersentuh bantuan juga disebut sedang digarap, sambil menunggu akses darat normal kembali.
BACA JUGA:Ketika Tubuh Perempuan Pribumi Jadi Medan Perang Tentara Jepang
Tak cuma dapur dan paket nasi yang digerakkan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pemerintah menurunkan 11 helikopter TNI dan Basarnas dari Jakarta menuju titik-titik banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Operasi udara dipilih karena banyak jalur putus, jembatan tercerabut, dan daratan yang tak bisa dijangkau roda kendaraan.
Di lapangan, air yang turun dari hulu datang seperti kereta tanpa rem. Abdul Muhari dari BNPB menggambarkan arus deras menghantam rumah, menyeret barang dan puing, membuat warga kabur seadanya. Selain korban jiwa, lumpur dan air juga memutus jalan antarwilayah dan membuat listrik serta sinyal rontok satu per satu.
Pemerintah menyebut pemulihan akses logistik dan percepatan distribusi bantuan adalah prioritas paling depan. Selama masih ada desa yang terisolasi, helikopter akan tetap hilir mudik, dapur tetap matang, dan paket MBG sementara berubah fungsi jadi bantuan darurat agar tidak ada perut yang dibiarkan kosong di tengah bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News