Mengungkap Fakta Emas Soekarno di Bank Swis

Mengungkap Fakta Emas Soekarno di Bank Swis

Mengungkap Fakta Emas Soekarno Di Bank Swis--umsida

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Dalam dunia politik Indonesia, nama Soekarno dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki kekayaan yang luar biasa. Namun, baru-baru ini muncul fakta mengejutkan yang mengungkapkan bahwa mantan presiden ini ternyata menyimpan sejumlah emas di salah satu Bank di Swiss.

Menurut laporan yang diterbitkan dalam sebuah wawancara dengan jurnalis AS, Cindy Adams, Soekarno mengakui bahwa selama masa jabatannya sebagai presiden, gajinya hanya sebesar US$220 atau setara dengan Rp3,41 juta (dengan asumsi kurs saat ini sebesar Rp15.541 per US$). 

Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah ketika Soeharto juga menyebutkan bahwa ia tidak memiliki rumah dan tanah pribadi.

Dari pengakuan tersebut, bisa dipahami mengapa Soeharto sering menjalani hidup dari istana ke istana yang dimiliki oleh negara. 

BACA JUGA:8 Cara Alami Membersihkan Lutut yang Menghitam, Jangan Bikin Malu!

Bahkan, Soekarno pernah mengaku bahwa ia pernah dibelikan piyama oleh duta besar saat kunjungan ke luar negeri karena baju tidurnya sudah robek. 

"Adakah kepala negara lain yang mengalami kesulitan seperti saya dan sering meminjam uang dari stafnya?" tanya Soekarno dalam sebuah wawancara.

Namun, fakta mengejutkan muncul ketika sebuah investigasi mengungkap bahwa Soeharto ternyata memiliki sejumlah emas yang disimpan di Bank di Swiss. 

Emas tersebut diduga merupakan simpanan dari hasil korupsi selama masa jabatannya sebagai presiden.

Menariknya, fakta ini terungkap setelah Kepolisian Swiss melakukan investigasi terhadap beberapa Bank yang diduga melibatkan transaksi ilegal, salah satunya adalah Bank tempat Soekarno menyimpan emasnya. 

Saat disinggung mengenai asal-usul emas tersebut, Soeharto enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Meskipun fakta ini cukup menggemparkan, namun tak dapat dipungkiri bahwa kekayaan Soekarno selama masa jabatannya sebagai presiden memang sangat mencolok. 

Banyak pihak yang meyakini bahwa sebagian besar kekayaan tersebut berasal dari korupsi, nepotisme, dan kolusi yang terjadi selama pemerintahannya.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: