Selain karena Polusi, Beberapa Hal Ini Perlu Diwaspadai Jika Batuk Anda Tak Kunjung Berhenti

Selain karena Polusi, Beberapa Hal Ini Perlu Diwaspadai Jika Batuk Anda Tak Kunjung Berhenti

Ilustrasi Batuk tak kunjung berhenti -Pixabay.com/Chetraruc-Pixabay.com/Chetraruc

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Waspadalah terhadap banyaknya orang yang mengalami batuk akhir-akhir ini. Bukan hanya batuk biasa, namun batuk yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. 

 

Mengapa batuk ini tidak kunjung sembuh?

 

Batuk kronis adalah kondisi di mana seseorang mengalami batuk selama delapan minggu atau lebih (pada orang dewasa) atau empat minggu (pada anak-anak). 

 

Batuk kronis melebihi sekadar gangguan; ia dapat mengganggu tidur dan menyebabkan kelelahan. 

 

BACA JUGA:3 Anggota Kepolisian Republik Indonesia Terlibat Teroris, Ada Dugaan Kepemilikan Senjata DE

 

Kasus batuk kronis yang parah bahkan dapat menyebabkan muntah, pusing, dan bahkan patah tulang rusuk.

 

Sebagaimana dikutip dari Healthline, batuk biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Ketika batuk merupakan gejala dari pilek, ia cenderung sembuh dengan sendirinya dalam tiga minggu.

 

Namun, batuk berkepanjangan atau kronis yang tidak disebabkan oleh flu baru-baru ini mungkin mengindikasikan adanya masalah yang lebih serius. 

 

Batuk yang tetap berlanjut lebih dari delapan minggu pada orang dewasa atau dua minggu pada anak-anak dianggap sebagai batuk kronis.

 

BACA JUGA:Viral di Media Sosial, Aksi Iseng Menteri PUPR Pak Basuki di Acara Kemerdekaan RI

 

Lamanya waktu batuk dapat sangat bervariasi, tetapi batuk yang berlangsung lama mungkin lebih umum terjadi daripada yang kita sadari.

 

Beberapa faktor penyebab batuk kronis yang umum meliputi:

 

1. **Asma**: Batuk yang terkait dengan asma dapat muncul musiman, terjadi setelah infeksi saluran pernapasan atas, atau bahkan memburuk saat terpapar udara dingin atau bahan kimia tertentu. 

 

Pada jenis asma tertentu (asma varian batuk), batuk menjadi gejala utama.

 

2. **Penyakit Refluks Gastroesofageal (GERD)**: Ini adalah kondisi di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan. 

 

Iritasi konstan dapat menyebabkan batuk kronis, dan batuk tersebut juga dapat memperburuk GERD, membentuk lingkaran berbahaya.

 

BACA JUGA:Terbongkar Biang Kerok dari Polusi Udara di DKI Jakarta, Ternyata...

 

3. **Infeksi**: Batuk yang terus berlanjut setelah gejala pneumonia, flu, pilek, atau infeksi saluran pernapasan atas lainnya sembuh mungkin mengindikasikan adanya masalah. Bahkan ada jenis batuk kronis yang disebut pertusis atau batuk rejan.

 

4. **Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)**: PPOK termasuk bronkitis kronis dan emfisema. Gejala bronkitis kronis meliputi batuk dengan dahak berwarna. Emfisema menyebabkan sesak napas dan kerusakan pada kantung udara di paru-paru.

 

5. **Bronkitis**: Infeksi ini menyebabkan peradangan pada bronkus paru-paru, menyebabkan batuk dengan lendir bening, hijau, atau kuning keabu-abuan.

 

6. **Radang Paru-Paru**: Pneumonia, yang bisa disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri, juga dapat menyebabkan batuk yang terus berlanjut.

 

7. **Alergi**: Alergi dapat mengiritasi saluran udara dan menyebabkan batuk kering kronis.

 

Begitu juga, penggunaan obat tekanan darah, tertentu, seperti penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE), yang sering diresepkan untuk tekanan darah tinggi dan gagal jantung, dapat menyebabkan batuk kronis pada beberapa orang.

 

Dalam beberapa kasus, batuk kronis mungkin memiliki lebih dari satu penyebab. Oleh karena itu, jika Anda mengalami batuk yang berkepanjangan, penting untuk berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang sesuai.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: