Ganjar Tak Menyesal Tolak Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia: 'Keputusan yang Harus Kita Ambil'

Ganjar Tak Menyesal Tolak Israel di Piala Dunia U-20 Indonesia: 'Keputusan yang Harus Kita Ambil'

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Kabar FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 membuat masyarakat geram oleh Ganjar Pranowo.

Pasalnya, Ganjar Pranowo menjadi salah satu sosok yang mengungkapkan penolakan keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20 2023.

Baru-baru ini, Gubernur Jawa Tengah itu melakukan klarifikasi bersama dengan Najwa Shihab.

BACA JUGA:Bukan Karena Tolak Israel, Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Justru Erick Thohir 'Dituding' Jadi Dalangnya?

Ganjar Pranowo menyebut bahwa dirinya tak pernah menyesal soal pernyataannya sebelumnya.

"Tidak, saya tidak pernah menyesal. Karena sikap, keputusan yang harus kita ambil," kata Ganjar Pranowo, dikutip dari Kanal Youtube Najwa Shihab, Rabu 4 April 2023.

Pria berusia 54 tahun itu mengungkapkan bahwa sudah seharusnya masyarakat Indonesia turut andil dalam hal perdamaian dunia.

"Kita punya komitmen, komitmen untuk ikut dalam perdamaian dunia khususnya mendukung Palestina dan itu menjadi kontrak sosial kita, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, tidak sesuai dengan perkemanusiaan dan keadilan," ungkap Ganjar Pranowo.

BACA JUGA:Polemik Penolakan Timnas Israel U-20, Mahfud MD: 'Indonesia Tak Akan Berdiplomasi dengan Israel'

Ganjar menyebut sejak zaman pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia selalu konsisten membela Palestina.

"Dan tentu saja, ada juga politik luar negeri kita yang bebas aktif. Aktif turut serta dalam perdamaian dunia dan itu dilakukan. Dan sejak zaman Bung Karno sampai dengan zaman Pak Jokowi, kita konsisten membela Palestina, itu konstitusional ideologi PDIP perjuangan," ucapnya.

"Yang kedua empirisnya muncul, setelah statement saya keluar kemarin eh sepak bolanya di Palestina aja di tembak gas air mata oleh Israel dan pemerintahan di Israel rasa-rasanya sangat kanan. Sehingga potensi-potensi terjadi konfliknya akan sangat makin tinggi," sambungnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hal tersebut menjadi tolak ukur dari pengalaman sebelumnya.

"Kita melihat beberapa kali perjalanan penolakan-penolakan yang muncul itu, bagaimana kelompok-kelompok yang punya potensi. Jangan sampai nanti ini terjadi di respons yang jauh lebih keras," beber Ganjar Pranowo.

Temukan konten Postingnews.Id menarik lainnya di Google News

Sumber: