Isra Miraj dan Misteri Waktu Malam

Isra Miraj dan Misteri Waktu Malam

Makna malam hari dalam peristiwa Isra Miraj.---Freepik

JAKARTA, PostingNews.id - Peristiwa Isra Miraj menempati posisi penting dalam sejarah kenabian Nabi Muhammad SAW. Perjalanan itu menjadi penanda kekuasaan Allah yang melampaui batas nalar manusia.

Dalam waktu yang sangat singkat, Nabi Muhammad diperjalankan dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis. Dari sana, perjalanan berlanjut ke peristiwa Mi’raj hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kekaguman, tetapi juga memunculkan pertanyaan mendasar. Mengapa perjalanan agung tersebut justru berlangsung pada malam hari.

Al-Quran secara tegas menempatkan unsur waktu sebagai bagian penting dari peristiwa Isra Miraj. Penegasan itu tertuang dalam Surat Al-Isra ayat 1.

Allah SWT berfirman

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

BACA JUGA:Cek Segera! 7 Link Daftar Mudik Gratis 2026 Resmi Dibuka

“Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr(u).”

Artinya: Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. QS Al-Isra ayat 1

Malam sebagai Penanda Mukjizat yang Singkat

Penyebutan malam dalam ayat tersebut menunjukkan bahwa Isra Miraj berlangsung dalam waktu yang sangat terbatas. Perjalanan jauh yang ditempuh dalam sebagian kecil malam menegaskan sifatnya sebagai mukjizat. Peristiwa itu tidak tunduk pada hukum jarak dan durasi sebagaimana perjalanan manusia pada umumnya.

Bentuk kata "lailan" yang tidak ditentukan waktunya menguatkan penekanan tersebut. Isra tidak berlangsung sepanjang malam, melainkan hanya pada sebagian kecil darinya.

Keheningan Malam dan Kesiapan Spiritual

Malam dalam tradisi Islam dipahami sebagai waktu ketika aktivitas manusia mereda. Suasana hening membuka ruang kontemplasi dan kejujuran batin. Dalam kondisi seperti itu, kesadaran manusia berada pada titik paling terbuka untuk menerima pengalaman ilahiah.

BACA JUGA:Kisah Tak Terduga, Usai Viral Nyamar Jadi Pramugari Batik Air, Khairun Nisa Dapat Peluang Wujudkan Mimpi Secara Resmi!

Isra Miraj berlangsung pada waktu yang selaras dengan suasana tersebut. Malam menjadi ruang yang memungkinkan hubungan hamba dan Tuhannya berlangsung tanpa gangguan.

Penegasan Perjalanan Nyata, Bukan Simbolik

Al-Quran tidak menyebut Isra Miraj sebagai pengalaman batin atau peristiwa simbolik. Penyebutan malam secara jelas berfungsi sebagai penanda sejarah. Perjalanan itu terjadi secara nyata atas kehendak Allah, bukan sekadar mimpi atau penglihatan.

Penggunaan kata asrā yang berarti melakukan perjalanan pada malam hari memperkuat pemaknaan tersebut. Peristiwa Isra Miraj ditempatkan sebagai kejadian faktual yang melampaui kemampuan logika manusia.

Malam dan Makna Kehambaan

Ayat Isra Miraj menggunakan istilah hamba-Nya untuk menyebut Nabi Muhammad. Pilihan kata ini menegaskan bahwa kemuliaan Nabi terletak pada posisi kehambaannya. Malam menjadi waktu ketika seorang hamba berdiri sepenuhnya dalam kepasrahan.

Dalam sunyi malam, kehambaan tampil tanpa lapisan sosial dan keduniawian. Pada saat itulah Nabi dipilih untuk menerima pengalaman paling agung.

BACA JUGA:Buku Aurelie Moeremans Disorot DPR, Segera Gelar Rapat Dengar Pendapat Umum

Penghiburan Ilahi di Masa Paling Berat

Peristiwa Isra Miraj terjadi setelah Nabi Muhammad melewati fase paling berat dalam hidupnya. Wafatnya Khadijah dan Abu Thalib meninggalkan luka mendalam sekaligus tekanan besar dalam dakwah.

Malam menjadi simbol penghiburan. Dalam keheningan itu, Allah memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya sebagai peneguhan hati Rasulullah di tengah penolakan kaumnya.

Malam sebagai Ruang Transformasi Batin

Isra Miraj tidak berhenti pada perjalanan fisik. Di malam itulah Nabi menerima perintah salat lima waktu yang menjadi fondasi ibadah umat Islam. Perintah ini menjadi bekal spiritual untuk melanjutkan perjuangan dakwah.

Malam berfungsi sebagai ruang perubahan batin. Di sanalah seorang rasul dipersiapkan kembali dengan kekuatan rohani yang baru.

Dengan demikian, pelaksanaan Isra Miraj pada malam hari bukanlah kebetulan. Malam dipilih karena menghadirkan keheningan, kedekatan, dan kesiapan spiritual tertinggi seorang hamba.

Surat Al-Isra ayat 1 menunjukkan bahwa dimensi waktu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pesan keimanan. Isra Miraj bukan sekadar perjalanan luar biasa, melainkan ajakan refleksi agar umat Islam kembali menemukan makna ibadah dalam kesadaran dan kedekatan dengan Allah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait