'Simpul Harmoni' Menang! Ini Dia Masa Depan Arsitektur Baja Ala Anak Muda
Student Design Sprint 2026 sukses! "Simpul Harmoni" dari President University jadi juara. Simak bagaimana baja bisa ubah wajah kampus, Sob!-Dok-
Di tengah masih rendahnya utilisasi baja di Indonesia, khususnya di sektor konstruksi, mereka ingin memperkenalkan potensi material baja kepada mahasiswa.
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri memiliki peran penting dalam membentuk generasi arsitek yang inovatif dan adaptif terhadap zaman.

Mengusung tema “Small Intervention, Big Impact: Reimagining Campus Elements with Steel”, kompetisi ini menantang mahasiswa untuk merancang Student Hub berbasis material baja yang fungsional, inovatif, dan berdampak positif bagi lingkungan kampus.-Dok-
Mereka berharap kompetisi ini memberikan pengalaman berharga sekaligus membuka perspektif baru tentang pemanfaatan baja dalam dunia arsitektur modern.
BACA JUGA:Honda DBL Jakarta Championship: Kompetisi Basket SMA Terbesar Berakhir di Indonesia Arena
Dukungan Penuh dari Organisasi Profesi
Ar. Imam Setio Sucahyo selaku Ketua IAI Komisariat Wilayah Bekasi menyampaikan bahwa kompetisi ini adalah wadah efektif untuk mahasiswa.
Kompetisi ini melatih cara berpikir kritis, kemampuan kolaborasi, serta keberanian presentasi di hadapan para praktisi profesional yang berpengalaman.
Sinergi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, dan industri adalah langkah penting mempersiapkan calon arsitek masa depan yang siap kerja.
Mereka tidak hanya butuh kompetensi teknis, tapi juga pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan tantangan dunia kerja yang terus berkembang pesat.
| Kategori | Detail |
|---|---|
| Peserta | 39 Mahasiswa dari 6 Perguruan Tinggi |
| Juri | Praktisi dari Aboday Design, UrbanPlus, IAI, dan BlueScope |
| Penilaian | Fungsionalitas, Inovasi, Keberlanjutan, Relevansi Pengguna |
Proses Penilaian dan Webinar Pra-Kompetisi
Setiap tim diberikan waktu untuk mengolah gagasan mereka sebelum akhirnya mempresentasikan rancangan di hadapan dewan juri yang kompeten.
Dewan juri terdiri dari praktisi profesional seperti Ar. Nurseto Nugroho, Ar. Aris Nuryahya, Stanislas Dinda, dan Ar. Sigit Supriadi yang ahli.
Penilaian tidak hanya berdasarkan estetika desain, tapi juga fungsionalitas, inovasi, keberlanjutan, serta relevansi solusi terhadap kebutuhan pengguna kampus.
Sebagai bekal, acara diawali dengan webinar pra-kompetisi dua minggu sebelum pelaksanaan Design Sprint untuk memberikan wawasan praktis.
Webinar tersebut menghadirkan narasumber profesional seperti Ar. Vicentius Hermawan, Ar. Gregorius Agie Aditama, dan Stanislas Dinda yang berpengalaman.
BACA JUGA:Yamaha Fazzio Youth Festival, Ajak Generasi Muda Ramaikan Kompetisi Antar Sekolah
Langkah Menuju Masa Depan Arsitektur Indonesia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
