Berapa Harga Tiket Piala Dunia 2026? Cara Beli Resmi & Hindari Calo
Harga tiket Piala Dunia 2026 jadi buruan. Simak kisaran harga, cara beli resmi FIFA, dan tips aman menghindari calo serta penipuan tiket online.-dok-
FIFA mengenakan biaya marketplace sebesar 15 persen dari total harga untuk transaksi resale atau exchange sesuai ketentuan berlaku.
Total biaya akhir akan ditampilkan ketika proses pembelian berlangsung, sehingga Sobat sebaiknya membaca rincian pembayaran secara teliti.
BACA JUGA:Cetak Brace di Piala Dunia pada Usia 41 Tahun, Ronaldo Disuruh Jangan Buru-Buru Pensiun!
Waspada Calo Tiket Piala Dunia 2026
Tingginya permintaan tiket membuka peluang penipuan melalui media sosial, aplikasi percakapan, forum, maupun akun penjual tidak dikenal.
Modus paling sederhana biasanya menawarkan tiket murah dengan alasan pembatalan perjalanan, kebutuhan mendesak, atau memiliki kursi berlebih.
Pelaku kemudian meminta pembayaran cepat sambil memberikan tekanan bahwa tiket sedang diperebutkan banyak calon pembeli lainnya.
Sobat, jangan langsung percaya hanya karena penjual menunjukkan tangkapan layar tiket, email konfirmasi, atau identitas yang terlihat meyakinkan.
Dokumen digital dapat dimanipulasi, sedangkan akun media sosial berusia lama juga belum tentu menjamin transaksi berlangsung aman.
Hindari mengirim uang melalui metode pembayaran sulit dilacak ketika penjual tidak mampu membuktikan proses transfer tiket resmi.
BACA JUGA:Dembele Dihujat di Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Pasang Badan Bilang Begini..
5 Tanda Penawaran Tiket Patut Dicurigai
Pertama, harga terlalu murah dibanding permintaan pertandingan besar dapat menjadi sinyal awal bahwa penawaran tersebut perlu diperiksa.
Kedua, penjual terus mendesak pembayaran dalam beberapa menit dan menolak memberikan kesempatan pembeli memeriksa informasi secara lengkap.
Ketiga, penjual meminta komunikasi dipindahkan menuju akun berbeda tanpa alasan jelas setelah percakapan awal mengenai tiket berlangsung.
Keempat, bukti kepemilikan tiket hanya berupa gambar buram, potongan layar, atau dokumen dengan informasi penting sengaja ditutupi.
Kelima, penjual menolak menggunakan mekanisme resmi FIFA meskipun pembeli telah meminta proses transaksi dilakukan melalui kanal tersedia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
