Jokowi Makin Dekat ke PSI, Relawan Terbelah, Ada yang Siap Barisan Ada yang Minta Tetap Jadi Presiden Segala Golongan
Rencana Jokowi bergabung ke PSI memicu respons beragam relawan. Ada yang mendukung penuh, ada yang ingin tetap netral.-Foto: YouTube SuaraSurakarta.-
JAKARTA, PostingNews.id – Wacana bergabungnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai memunculkan beragam respons dari kelompok relawan yang selama ini berada di belakangnya. Ada yang siap mengikuti langkah politik Jokowi ke mana pun arahnya, tetapi ada pula yang berharap mantan Wali Kota Solo itu tetap berdiri di atas semua kelompok dan tidak berlabuh ke partai mana pun.
Isu tersebut menguat setelah muncul kabar bahwa Jokowi bakal menjadi bagian dari PSI dan diproyeksikan menduduki posisi Ketua Dewan Pembina partai tersebut.
Bagi sebagian pendukung setia Jokowi, pilihan politik itu dianggap sebagai hak pribadi yang tak perlu dipersoalkan. Salah satunya datang dari mantan Wakil Ketua Jokowi Mania (Joman), Andi Azwan.
Usai bersilaturahmi dengan Jokowi di kediamannya di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Senin, 15 Juni 2026, Andi menegaskan dirinya siap mendukung apa pun keputusan politik yang diambil mantan presiden tersebut.
“Kami mendukung penuh untuk itu. Tidak ada masalah. Kami ini pendukung garis keras Pak Jokowi. Apa pun yang diperintahkan beliau, kami siap,” ujar Andi yang kini menjabat Ketua Dewan Pembina Militan Gibran Nusantara.
BACA JUGA:Bos Gizi Pengganti Tersangka Korupsi Bicara Anggaran di Balik Pintu Tertutup
Menurut dia, keberadaan pendukung Jokowi yang kini tersebar di berbagai partai politik tidak akan menjadi hambatan apabila Jokowi benar-benar bergabung dengan PSI. Bahkan, jika akhirnya memilih partai lain pun, hal itu tetap dianggap wajar.
“Kalaupun bukan di PSI juga tidak masalah. Itu hak konstitusional masing-masing. Tidak ada arahan harus masuk ke partai tertentu. Beliau seorang demokrat yang menghargai hak asasi manusia dan konstitusi,” katanya.
Namun suara berbeda datang dari kalangan relawan Brigade Rakyat Nusantara (BRN). Organisasi tersebut justru berharap Jokowi tidak mengikatkan diri pada partai politik mana pun setelah masa jabatannya berakhir.
Ketua Umum BRN, Relly Reagen, yang juga menemui Jokowi pada hari yang sama, menilai posisi di luar partai akan membuat Jokowi tetap menjadi figur yang bisa diterima semua kelompok.
“Kami berharap Bapak Jokowi berdiri di semua golongan,” kata Relly.
Menurut dia, pilihan itu akan membuat seluruh simpatisan Jokowi tetap merasa memiliki kedekatan yang sama. Pasalnya, basis pendukung Jokowi saat ini tidak hanya berada di satu partai politik, melainkan tersebar di berbagai organisasi, kelompok masyarakat, dan partai.
BACA JUGA:Mahasiswa Bakal Kepung Istana Hari Ini, Prabowo Didesak Rem Total MBG
“Simpatisan Bapak Jokowi juga banyak berada di partai lain dan kelompok lain,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

