TNI Tetapkan Siaga I, Antisipasi Dampak Gejolak Global hingga Nasional

TNI Tetapkan Siaga I, Antisipasi Dampak Gejolak Global hingga Nasional

TNI menetapkan status siaga I untuk seluruh satuan guna mengantisipasi dampak eskalasi konflik global serta menjaga keamanan nasional.-Foto: Antara-

JAKARTA, PostingNews.id — Markas Besar TNI menetapkan status siaga I bagi seluruh satuan pertahanan di Indonesia. Langkah itu diambil sebagai bentuk kewaspadaan terhadap perkembangan situasi keamanan yang dipengaruhi dinamika global, regional, hingga kondisi dalam negeri.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigadir Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan peningkatan kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh kekuatan pertahanan selalu siap menghadapi kemungkinan ancaman.

“Dengan demikian TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi, salah satunya adalah dengan melaksanakan Apel pengecekan kesiapan secara rutin,” ujar Aulia kepada wartawan pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Menurut dia, langkah tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI yang menegaskan tugas pokok militer dalam melindungi segenap bangsa serta seluruh wilayah Indonesia dari berbagai ancaman terhadap keutuhan negara.

Aulia menjelaskan bahwa pelaksanaan tugas itu menuntut TNI untuk bekerja secara profesional dan responsif. Hal tersebut diwujudkan melalui pemeliharaan kemampuan tempur dan kekuatan organisasi agar selalu berada dalam kondisi siap operasional.

BACA JUGA:Bahlil Yakin Prabowo Bisa Mediasi Iran–AS–Israel, Diplomat Senior Geleng Kepala

Meski demikian, ia tidak merinci langkah pengamanan apa saja yang akan dilakukan setelah seluruh perangkat pertahanan berada dalam status siaga I. Ia juga tidak menanggapi pertanyaan mengenai perintah Panglima TNI kepada Kodam Jaya untuk mengamankan wilayah kedutaan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebelumnya Kepala Badan Intelijen Strategis TNI Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo menyampaikan bahwa status siaga I yang ditetapkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto berlaku untuk seluruh jajaran TNI.

Dalam struktur komando militer, siaga I merupakan tingkat kesiapsiagaan paling tinggi. Pada level ini seluruh prajurit diwajibkan bersiap di markas masing-masing dengan perlengkapan lengkap, termasuk senjata, amunisi, dan kendaraan tempur untuk menghadapi kemungkinan situasi darurat.

Yudi mengatakan penetapan status tersebut tidak terlepas dari meningkatnya tensi keamanan internasional setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan itu kemudian memicu balasan dari Teheran yang mengarah ke sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA:KBRI Ungkap Serangan Iran ke UEA Tembus Ribuan Proyektil

Menurut dia, situasi tersebut berpotensi berdampak pada keamanan warga negara Indonesia yang berada di wilayah tersebut.

“TNI sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan NKRI harus mengantisipasi setiap perkembangan situasi yang terjadi. Baik di kawasan global, regional, maupun nasional,” kata Yudi.

Instruksi Panglima TNI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait