Konflik Global Memanas, Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Jakarta Tetap Aman Jelang Ramadan

Konflik Global Memanas, Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Jakarta Tetap Aman Jelang Ramadan

Pemprov DKI memastikan stok pangan Jakarta aman jelang Ramadan meski konflik AS-Israel dan Iran memicu kekhawatiran kenaikan harga global.-Foto: Dok. Pemprov. DKI Jakarta-

“Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai,” kata Elisabeth.

Selain memastikan stok tersedia, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah langkah untuk meredam potensi lonjakan harga yang bisa dipicu gejolak global.

Elisabeth menjelaskan pemerintah daerah telah memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari BUMD pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, hingga pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan pasokan harian tetap stabil di pasar tradisional maupun ritel modern.

“Kami juga akan intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD,” ujarnya.

BACA JUGA:Akademisi Hukum Siap Gugat Pengangkatan Adies Kadir sebagai Hakim MK

Langkah intervensi pasar tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga di tengah ketidakpastian ekonomi global yang bisa memicu spekulasi pasar.

Warga Diminta Tidak Panic Buying

Di tengah kekhawatiran yang muncul akibat konflik internasional, Pemprov DKI Jakarta juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan.

Elisabeth menegaskan pasokan kebutuhan pokok strategis hingga Idulfitri berada dalam kondisi aman sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan panic buying.

“Komitmen kami jelas, menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman,” kata Elisabeth.

Dengan stok yang masih jauh di atas kebutuhan serta pengawasan harga yang diperketat, pemerintah daerah berharap dampak gejolak geopolitik global tidak langsung menekan daya beli masyarakat Jakarta menjelang bulan puasa dan Lebaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share

Berita Terkait