Cuaca Ekstrem Mengintai Sepekan ke Depan, BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Wilayah Ini
Cuaca ekstrem.-Pixabay-pexels
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga 26 Februari 2026. Kondisi ini diperkirakan meluas dan perlu diwaspadai masyarakat di sejumlah daerah.
Wilayah yang masuk dalam potensi terdampak meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jakarta, serta Jawa Barat.
Selain itu, hujan juga berpeluang mengguyur Yogyakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, hingga Papua Selatan.
"Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat terjadi," ungkap Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani dalam keterangannya, Sabtu 21 Februari 2026.
Menurut Andri, potensi cuaca ekstrem pada sepekan ke depan dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer. Salah satunya adalah kondisi La Nina lemah yang masih berlangsung. Fenomena ini meningkatkan peluang pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian timur.
BACA JUGA:Ketika Sri Mulyani Merasa Tertinggal, Awal Mula Lahirnya LPDP
Faktor lain yang ikut berperan adalah aktivitas Madden Julian Oscillation atau MJO. Fenomena ini diperkirakan tetap memengaruhi dinamika atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Andri menjelaskan, posisi MJO masih berada pada fase Samudra Hindia sehingga mendukung pertumbuhan awan hujan di banyak wilayah Tanah Air.
"Selanjutnya, kombinasi antara MJO, gelombang kelvin, dan gelombang rossby ekuator terpantau aktif di wilayah Lampung, Laut Jawa Bagian Barat, Laut Jawa Bagian Tengah, Perairan Bengkulu, Sumatera Selatan, Samudra Hindia Barat Bengkulu," tutur dia.
BMKG juga mencatat peran monsun Asia yang diperkirakan sedang aktif. Sistem angin ini membawa suplai massa udara basah dan meningkatkan distribusi uap air ke wilayah Indonesia. Pada saat yang sama, terpantau adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat daya Banten serta di wilayah Kalimantan Barat.
Kondisi atmosfer tersebut diperkuat oleh tingkat kelembapan udara yang tinggi dan labilitas lokal yang cukup kuat. Situasi ini mendukung proses pembentukan awan konvektif skala lokal. Dampaknya, curah hujan berpotensi meningkat signifikan di sejumlah daerah.
Hujan ekstrem dalam beberapa hari terakhir
BMKG mencatat kombinasi faktor regional dan lokal sebelumnya telah memicu hujan lebat hingga ekstrem pada periode 17 sampai 19 Februari 2026. Pada rentang waktu tersebut, sejumlah wilayah mencatat curah hujan harian pada kategori ekstrem.
BACA JUGA:Terbongkar dari ChatGPT, Wanita 21 Tahun Didakwa Pembunuhan Berencana 2 Pria di Seoul
Sumatera Barat mencatat curah hujan 176.3 milimeter per hari. Aceh mencapai 130.9 milimeter per hari. Bengkulu tercatat 129.6 milimeter per hari. Bali mencapai 108.5 milimeter per hari. Sementara Kalimantan Barat mencatat 90.1 milimeter per hari.
"Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh perubahan cepat dalam dinamika atmosfer yang menyebabkan pembentukan awan hujan yang lebih intens di beberapa daerah," jelas Andri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News