Teddy Klaim Pemulihan Bencana Sumatera Berjalan Super Cepat
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut pemulihan pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar berlangsung sangat cepat dalam dua bulan.-Foto: IG @sekretariat.kabinet-
JAKARTA, PostingNews.id — Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraan. Menurut dia, kondisi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah menunjukkan perubahan besar setelah diterjang banjir dan tanah longsor pada akhir tahun lalu.
Teddy mengatakan keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat. Upaya rehabilitasi dan rekonstruksi disebut berjalan tanpa hambatan berarti.
“Sekarang kita sudah memasuki dua bulan pascabencana dan data fakta dan realitas di lapangan ini benar-benar menunjukan berhasil super cepat,” ujar Teddy dalam keterangannya, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Teddy, Presiden Prabowo Subianto tidak pernah lepas memantau langsung perkembangan penanganan bencana di Sumatera. Setiap tahapan perbaikan infrastruktur dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat selalu dilaporkan secara berkala.
BACA JUGA:Bahar bin Smith Tak Ditahan Meski Berstatus Tersangka Penganiayaan, Ini Alasan Polisi
Memasuki dua bulan setelah bencana, pemerintah mencatat sejumlah capaian konkret. Di sektor perumahan misalnya, ribuan unit hunian sudah berhasil dibangun kembali untuk warga yang kehilangan tempat tinggal.
Teddy menyebut sedikitnya 5.500 unit rumah telah selesai dibangun dalam waktu dua bulan. Dari jumlah itu, sekitar 1.500 unit bahkan sudah rampung hanya dalam satu bulan pertama setelah bencana terjadi.
Capaian lain terlihat pada perbaikan infrastruktur publik. Sebanyak 98 jembatan yang sebelumnya rusak kini telah selesai dibangun kembali di seluruh provinsi terdampak. Selain itu, 99 ruas jalan nasional yang sempat terputus akibat longsor dan banjir sudah kembali bisa dilalui kendaraan.
Di sektor kesehatan, kondisi juga disebut berangsur pulih. Teddy menyampaikan 87 rumah sakit yang sebelumnya terdampak bencana kini sudah kembali beroperasi normal. Hal yang sama terjadi pada 867 puskesmas yang sempat lumpuh, seluruhnya telah aktif melayani masyarakat.
BACA JUGA:Tak Kapok Keluar Masuk Penjara, Transgender Ini Kembali Gasak Rp 1,5 Miliar di Rumah Warga
Aktivitas pendidikan dan ekonomi pun perlahan bangkit. Sekolah-sekolah hampir seratus persen kembali berjalan, pasar-pasar tradisional mulai ramai, dan kegiatan ekonomi masyarakat disebut sudah mendekati kondisi normal seperti sebelum bencana.
Fokus Tidak Hanya Fisik
Meski pembangunan fisik menjadi prioritas, Teddy menegaskan pemulihan tidak hanya berpusat pada infrastruktur semata. Pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan keuangan kepada pemerintah daerah dan bantuan langsung bagi warga yang terdampak.
Ia menekankan peran pemerintah daerah sangat menentukan kecepatan pemulihan. Tanpa koordinasi yang baik di tingkat lokal, proses rehabilitasi akan sulit berjalan optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News