Pengangguran November 2025 Turun Jadi 7,35 Juta Orang
BPS mencatat jumlah pengangguran Indonesia turun menjadi 7,35 juta orang pada November 2025 dari sebelumnya 7,46 juta orang.-Foto: Antara-
Pekerja Penuh Naik, Paruh Waktu Turun
Jika dilihat lebih rinci, struktur tenaga kerja juga mengalami pergeseran. BPS mencatat jumlah pekerja penuh pada November 2025 mencapai 100,497 juta orang, meningkat 1,850 juta orang dibandingkan periode sebelumnya.
Sebaliknya, jumlah pekerja paruh waktu justru berkurang. Pada November 2025, pekerja paruh waktu tercatat 35,858 juta orang atau turun 0,438 juta orang.
Kelompok setengah pengangguran juga sedikit menurun menjadi 11,558 juta orang, berkurang 0,042 juta orang dibandingkan Agustus 2025.
Perubahan ini mengindikasikan adanya perbaikan kualitas penyerapan tenaga kerja, karena lebih banyak pekerja yang masuk kategori bekerja penuh.
Partisipasi Kerja Laki-laki dan Perempuan Meningkat
BPS juga mencatat kenaikan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK pada November 2025. Untuk laki-laki, tingkat partisipasi mencapai 84,83 persen. Sementara partisipasi perempuan berada di angka 56,91 persen.
“Baik TPAK laki-laki maupun TPAK perempuan mengalami peningkatan pada bulan November jika dibandingkan dengan Agustus 2025,” ujar Amalia.
Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak penduduk yang aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi, baik sebagai pekerja maupun pencari kerja.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Sektor ini menampung 27,99 persen dari total pekerja nasional.
BACA JUGA:Prabowo: Tugas Utama Presiden Melindungi Rakyat dan Kekayaan Indonesia
Di posisi kedua ada sektor perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi dan perawatan mobil serta sepeda motor, dengan porsi 18,67 persen.
Sementara industri pengolahan menempati urutan ketiga sebagai penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 13,86 persen.
Data tersebut memperlihatkan bahwa struktur ketenagakerjaan Indonesia masih didominasi sektor-sektor tradisional dan padat karya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News