Survei Indikator Ungkap 72,8 Persen Warga Puas Program Makan Bergizi Gratis
Survei Indikator Politik Indonesia mencatat 72,8 persen responden puas terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.-Foto: Antara-
Indikator Politik Indonesia juga menanyakan pandangan publik mengenai kemungkinan terjadinya korupsi dalam pelaksanaan program MBG. Hasilnya cukup beragam.
Sebanyak 2,9 persen responden menyatakan sangat percaya bahwa program MBG bisa dikorupsi. Lalu 30,9 persen lainnya mengaku percaya. Di sisi lain, 45,6 persen responden kurang percaya program ini akan diselewengkan, sementara 16,1 persen tidak percaya sama sekali. Sisanya sekitar 4,6 persen tidak memberikan jawaban.
BACA JUGA:Keluarga Tika Mega Lestari Murka, Sikap Pesulap Merah Dipertanyakan hingga Pemakaman
Survei Indikator dilakukan dengan metode penarikan sampel multistage random sampling. Jumlah responden mencapai 1.220 orang dengan toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Sebanyak 35,5 persen responden mengaku memiliki anggota keluarga yang menerima manfaat MBG. Sementara 64,5 persen lainnya tidak memiliki anggota keluarga penerima program tersebut.
Janji Terus Perbaiki Program
Menanggapi hasil survei itu, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyatakan pemerintah akan menjadikan temuan tersebut sebagai bahan evaluasi. Ia menegaskan BGN berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan program MBG.
“Semua pendapat publik kami perhatikan untuk perbaikan terus menerus,” kata Dadan melalui pesan singkat pada Senin, 9 Februari 2026.
BACA JUGA:Pramono Anung Ogah Masuk Gorong-Gorong, Pilih Kerja Bakti Lewat Kebijakan
Profesor dari Institut Pertanian Bogor itu memastikan bahwa BGN akan berupaya maksimal mendukung visi Presiden Prabowo Subianto melalui program ini. Menurut dia, MBG tidak sekadar program sosial, tetapi investasi jangka panjang bagi masa depan Indonesia.
Dadan berharap pelaksanaan MBG dapat membantu mencetak generasi yang lebih sehat dan berkualitas, sejalan dengan target Indonesia mencapai generasi emas pada tahun 2045.
Dengan tingkat kepuasan yang sudah berada di atas 70 persen, pemerintah optimistis program ini akan semakin diterima publik. Tantangannya kini tinggal memastikan mutu makanan tetap terjaga dan distribusi berjalan merata di seluruh pelosok negeri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News