Gerindra Nilai Kepuasan 79,9 Persen Atas Kinerja Prabowo Jadi Bahan Evaluasi Pemerintah
Gerindra melalui Dasco menilai hasil survei kepuasan publik 79,9 persen terhadap kinerja Presiden Prabowo sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pemerintah.-Foto: IG @presidenrepublikindonesia-
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kebijakan bantuan sosial yang kerap disalurkan kepada masyarakat. Langkah itu dianggap memberi dampak langsung bagi warga.
BACA JUGA:Jerry Aurum Kaget Dengar Video Pengakuan Denada Soal Ressa
Masih Ada 19,3 Persen yang Tak Puas
Di balik angka kepuasan yang tinggi, Indikator Politik Indonesia juga mencatat adanya kelompok masyarakat yang belum puas dengan kinerja Prabowo. Sebanyak 19,3 persen responden menyatakan tidak puas terhadap pemerintahan di tahun pertama ini.
Kelompok yang tidak puas itu memiliki sejumlah alasan. Di antaranya penyaluran bantuan yang dinilai belum merata atau tidak tepat sasaran. Kondisi ekonomi yang dirasakan memburuk juga menjadi keluhan utama.
Banyak responden mengaku kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan. Selain itu, harga kebutuhan pokok yang masih mahal menjadi sumber ketidakpuasan paling dominan.
Dalam survei yang sama, sebanyak 45,3 persen responden menilai harga kebutuhan pokok pada era pemerintahan Prabowo jauh lebih mahal dibandingkan periode-periode sebelumnya.
Metodologi Survei
Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada 15 hingga 21 Januari 2026. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 1.220 orang yang memiliki hak pilih atau berusia minimal 17 tahun, tersebar di seluruh provinsi Indonesia.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random dengan tingkat toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Seluruh responden diwawancarai secara tatap muka.
Dengan hasil ini, pemerintah mendapat gambaran cukup jelas mengenai persepsi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo. Di satu sisi, angka kepuasan yang tinggi menjadi modal politik penting. Namun di sisi lain, berbagai keluhan masyarakat tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News