Warga Diminta Waspada, BMKG Ungkap Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut dengan Hujan Lebat dan Angin Kuat di Sejumlah Wilayah!
prediksiBMKG-@folkative-Instagram
JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Beberapa hari terakhir masyarakat di Jabodetabek dan sekitarnya kembali merasakan hujan deras yang berkepanjangan dengan durasi waktu yang lebih panjang dari biasanya.
Kondisi cuaca ini membuat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa cuaca ekstrem belum usai dan masih berpotensi berlanjut dalam sepekan ke depan di wilayah ibu kota dan sekitarnya.
Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya potensi hujan deras serta fenomena atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan lebih intens dari biasanya.
BMKG memprakirakan bahwa dalam tujuh hari mendatang, 23-29 Januari 2026 wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat secara terus-menerus disebabkan oleh penguatan Monsun Asia dan pengaruh seruakan dingin dari daratan Asia.
BACA JUGA: Tangerang Dikepung Banjir, Andra Soni 'Warning' Pejabat Soal Ego Sektoral: Jangan Korbankan Rakyat!
Fenomena dinamika atmosfer tersebut memperluas pembentukan daerah konvergensi angin yang memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih masif, sehingga sebaran hujan menjadi lebih merata di seluruh Jabodetabek.
Dari hasil pemantauan cuaca, dalam sepuluh hari terakhir curah hujan di Jabodetabek bervariasi dari ringan hingga ekstrem, bahkan mencapai puncaknya pada tanggal 18 Januari 2026 dengan curah hujan mencapai 267 milimeter per hari.
BMKG juga mencatat bahwa pada tanggal 23 Januari 2026, curah hujan di wilayah tersebut masih tercatat tinggi, yakni mencapai 189 milimeter per hari, angka yang menunjukkan potensi ancaman banjir lebih lanjut.
Kondisi seperti ini tentu berdampak luas bagi masyarakat, termasuk kemungkinan timbulnya genangan air, banjir permukaan, serta gangguan pada aktivitas keseharian warga terutama di daerah rawan banjir dan resapan air yang rendah.
Pihak BMKG terus mengimbau agar semua pihak dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak hujan lebat, termasuk persiapan menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang mungkin terjadi.
BMKG juga mengingatkan bahwa potensi hujan ekstrem tidak hanya terjadi di Jabodetabek tetapi juga di wilayah lain di Indonesia bagian selatan seperti Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur jika kondisi atmosfer tetap mendukung.
Oleh karena itu, masyarakat yang berada di daerah-daerah tersebut diharapkan untuk terus mengikuti informasi cuaca resmi serta langkah antisipasi mitigasi bencana demi keselamatan bersama.
Dengan cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung hingga sepekan ke depan, masyarakat diminta tidak mengabaikan laporan resmi dan peringatan dini BMKG serta melakukan persiapan matang sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News