Nintendo Switch Disita, Bocah 11 Tahun di Pennsylvania Tembak Ayah Angkat saat Tidur

Nintendo Switch Disita, Bocah 11 Tahun di Pennsylvania Tembak Ayah Angkat saat Tidur

-Foto: NY Post.-

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Tragedi keluarga mengguncang sebuah rumah di kawasan Duncannon, Perry County, Pennsylvania, Amerika Serikat. Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun diduga menembak ayah angkatnya sendiri setelah emosi karena konsol permainan Nintendo Switch miliknya disita.

Korban bernama Douglas Dietz, 42 tahun. Sementara pelaku merupakan anak angkatnya, Clayton Dietz. Peristiwa itu terjadi pada 13 Januari 2026, bertepatan dengan malam ulang tahun sang anak.

Peristiwa Berawal Seusai Perayaan Ulang Tahun

Berdasarkan dokumen pengadilan dan keterangan Pennsylvania State Police, insiden bermula dari perayaan ulang tahun sederhana di rumah keluarga tersebut. Douglas bersama istrinya, Jillian Dietz, sempat menyanyikan lagu ulang tahun sebelum meminta Clayton beristirahat tak lama setelah tengah malam.

Situasi berubah ketika bocah itu diketahui kesal karena konsol Nintendo Switch miliknya disita. Perangkat tersebut disimpan di dalam brankas senjata milik keluarga.

Dalam kondisi marah, Clayton mencari konsol itu di kamar ayahnya. Ia membuka laci dan menemukan kunci brankas. Anak tersebut kemudian membuka brankas dengan harapan menemukan konsol permainan. Namun, yang ia temukan justru sebuah revolver.

Menurut polisi, bocah itu lalu memasukkan peluru ke dalam senjata api tersebut. Ia kemudian menembak ayah angkatnya yang sedang tertidur di sisi tempat tidur. Peluru mengenai kepala korban.

Suara ledakan membuat Jillian terbangun. Ia mencium bau menyerupai kembang api di dalam kamar. Setelah lampu dinyalakan, Douglas ditemukan sudah meninggal dunia dengan luka tembak di kepala. Tidak lama kemudian Clayton masuk ke kamar dan berteriak bahwa ayahnya telah meninggal.

Dalam percakapan dengan polisi di dapur rumah, bocah tersebut diduga spontan mengakui bahwa dirinya yang menembak korban.

Pengakuan dan Proses Hukum

Saat menjalani pemeriksaan penyidik, Clayton mengaku bertindak dalam keadaan marah dan tidak memikirkan akibat dari tindakannya. Ia juga disebut mengatakan bahwa dirinya memang memiliki "seseorang dalam pikiran" yang ingin ditembak, dan orang tersebut adalah ayahnya.

Pernyataan itu kemudian menjadi bagian penting dalam dokumen dakwaan jaksa.

Kasus ini segera menarik perhatian publik karena Clayton didakwa sebagai orang dewasa atas tuduhan criminal homicide atau pembunuhan kriminal. Penanganan hukum terhadap anak di bawah umur dalam perkara berat menjadi sorotan luas.

Ia menjalani sidang perdana pada 19 hingga 20 Februari 2026 di Perry County Courthouse, New Bloomfield. Bocah bertubuh kecil itu hadir dengan tangan diborgol dan didampingi petugas probation. Hakim menolak permohonan jaminan sehingga ia tetap ditahan di Perry County Prison.

Pengacara pembela, Dave Wilson, menyatakan pihaknya akan mengupayakan agar perkara tersebut dipindahkan ke pengadilan anak atau juvenile court. Hingga kini pihak keluarga memilih tidak memberikan pernyataan kepada publik.

Komunitas Terguncang dan Penyelidikan Berlanjut

Peristiwa tersebut mengguncang komunitas kecil di Duncannon. Douglas dan Jillian diketahui telah mengadopsi Clayton sejak 2018. Catatan kepolisian juga menyebutkan bahwa saat diamankan, bocah itu memiliki memar di atas mata kiri serta luka kecil pada bibir bawah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share