Waspada! HP Mudah Panas Tanda Disadap? Begini Cara Mengeceknya

Waspada! HP Mudah Panas Tanda Disadap? Begini Cara Mengeceknya

Waspada HP cepat panas tanda disadap.--Foto: Pexels

JAKARTA, POSTINGNEWS.ID - Semakin banyak orang merasa ponselnya tidak lagi aman. Kecurigaan itu muncul ketika perangkat menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Mulai dari baterai yang cepat habis hingga muncul aktivitas aneh tanpa perintah pengguna. Situasi semacam ini membuat sebagian orang bertanya-tanya apakah ponsel mereka sedang disadap.

Penyadapan ponsel bukan perkara sepele. Tindakan ini melanggar hukum karena menyangkut privasi seseorang. Pelakunya dapat dijerat pidana dan terancam hukuman penjara serta denda yang nilainya bisa mencapai Rp 1 miliar. Meski begitu, praktik ini masih kerap terjadi dengan berbagai modus.

Penyadapan biasanya dilakukan untuk mengakses informasi pribadi pemilik ponsel. Data yang dibidik tidak hanya pesan singkat atau panggilan telepon, tetapi juga email, akun media sosial, hingga informasi finansial. Dalam sejumlah kasus, penyadapan dimanfaatkan untuk kejahatan digital seperti pencurian identitas atau pengurasan rekening.

Ciri ponsel yang disadap sebenarnya dapat dikenali sejak dini. Perubahan kinerja perangkat sering menjadi tanda awal. Ponsel yang mendadak boros baterai, cepat panas, atau terasa lambat patut dicurigai. Aktivitas yang berjalan sendiri tanpa perintah juga bisa menjadi sinyal adanya akses ilegal.

Selain itu, penggunaan data internet yang melonjak tanpa sebab jelas sering kali mengindikasikan adanya aplikasi yang bekerja diam-diam di latar belakang. Kondisi ini biasanya terjadi ketika ponsel telah disusupi perangkat lunak berbahaya.

BACA JUGA:Bertahun-tahun Jadi Bahan Gosip Gegara Diduga Jarang Mandi, Aktor Hollywood Ini Akhirnya Buka Suara

Salah satu langkah awal yang bisa dilakukan adalah memeriksa pengaturan jaringan melalui kode USSD. Kode seperti *#21# atau *#62# dapat digunakan untuk mengetahui apakah ada pengalihan panggilan yang tidak wajar. Cara ini cukup membantu untuk mendeteksi penyadapan sejak awal.

Berikut beberapa tanda yang patut diwaspadai jika ponsel diduga disadap.

  • Baterai cepat habis
    Ponsel yang disadap biasanya menjalankan aplikasi tertentu secara terus-menerus di latar belakang. Aktivitas ini membuat daya baterai terkuras lebih cepat meski ponsel tidak digunakan secara intens.

  • Ponsel terasa panas dan lambat
    Kinerja perangkat menurun karena prosesor bekerja tanpa henti. Ponsel bisa terasa panas, lambat merespons, atau sering mengalami lag meski hanya digunakan untuk aktivitas ringan.

  • Muncul aktivitas tidak wajar
    Pengguna bisa mendapati aplikasi terbuka sendiri, muncul suara aneh saat menelepon, atau menerima pesan yang tidak diketahui asalnya. Kondisi ini patut dicurigai jika terjadi berulang.

  • BACA JUGA:Prabowo Pamerkan Danantara dan MBG di Panggung WEF Davos, Klaim Tata Kelola Indonesia Berstandar Internasional
  • Muncul aplikasi asing
    Aplikasi yang tidak pernah diunduh sebelumnya bisa menjadi tanda adanya malware. Aplikasi semacam ini biasanya digunakan untuk mengakses data pribadi tanpa izin pemilik ponsel.

 

  • Aktivitas mencurigakan pada email dan media sosial
    Penyadapan sering berawal dari tautan yang dikirim melalui pesan atau email. Saat tautan dibuka, sistem bisa terhubung dengan aplikasi berbahaya yang kemudian mengambil alih akses ponsel.

Jika terdapat indikasi penyadapan, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Langkah pertama adalah menggunakan kode USSD seperti ##002## atau #002#. Kode ini berfungsi untuk menghentikan pengalihan panggilan yang tidak diinginkan. Cara ini cukup efektif sebagai upaya awal pengamanan.

Langkah berikutnya adalah menghubungi layanan pelanggan operator seluler. Pastikan nomor yang dihubungi merupakan layanan resmi agar tidak tertipu. Operator biasanya dapat membantu mengecek apakah terdapat aktivitas mencurigakan pada nomor yang digunakan.

BACA JUGA:Jakarta Dikepung Banjir, Warga Diminta Pantau Genangan Lewat 5 Situs Resmi Ini

Selain itu, pengguna disarankan rutin memperbarui sistem operasi, memasang aplikasi keamanan, serta mengaktifkan verifikasi dua langkah. Kebiasaan ini dapat memperkecil risiko peretasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share