Banner Yamaha Fazzio

Bukan di Indonesia, Gerhana Matahari Total 2026 Bikin Eropa Gelap, Inggris Cuma Kebagian 90 Persen

Bukan di Indonesia, Gerhana Matahari Total 2026 Bikin Eropa Gelap, Inggris Cuma Kebagian 90 Persen

Gerhana Matahari Total 2026 menyapu Eropa, Islandia dan Spanyol. Inggris hanya mendapat gerhana parsial hingga 96 persen pada 12 Agustus.-Ilutrasi Olah Digital-

Pergerakan Bulan dan rotasi Bumi kemudian membuat jalur bayangan tersebut bergerak melintasi permukaan planet.

Inilah alasan satu negara bisa mengalami gerhana total, sementara negara tetangganya hanya menyaksikan gerhana parsial.

Jalur totalitas 12 Agustus 2026 menjadi contoh jelas bagaimana posisi geografis menentukan pengalaman pengamatan.

BACA JUGA:Simak! Ini Jadwal Gerhana Bulan Penumbra 2023 di Indonesia, Lengkap dengan Lokasinya!

Mengapa Gerhana 2026 Sangat Istimewa bagi Inggris?

Inggris tidak mendapatkan gerhana Matahari total pada 2026, tetapi tingkat penutupannya tergolong sangat tinggi.

Dari London, sekitar 90 persen permukaan Matahari tertutup ketika gerhana mencapai maksimum.

Di Cornwall, tingkat penutupan bahkan dapat mencapai sekitar 95 persen menurut Royal Observatory Greenwich.

Kondisi tersebut membuat suasana siang berubah cukup signifikan meskipun Matahari tidak sepenuhnya menghilang.

Royal Observatory menyebut fenomena ini sebagai gerhana terbaik yang terlihat dari Inggris dan Irlandia sejak 1999.

Pada 1999, sebagian wilayah Cornwall dan Devon menjadi lokasi di Inggris yang mengalami fase totalitas.

BACA JUGA:Dua Hari Lagi Gerhana Bulan Total Bisa Disaksikan di Seluruh Wilayah Indonesia, Cek Waktunya di Sini

Kapan Inggris Bisa Melihat Gerhana Matahari Total Lagi?

Warga Inggris masih harus menunggu cukup lama untuk menyaksikan gerhana Matahari total dari wilayah mereka.

Royal Observatory Greenwich mencatat gerhana Matahari total berikutnya yang terlihat dari Inggris baru terjadi pada 2090.

Sebelumnya, Inggris akan mendapatkan gerhana parsial yang sangat dekat dengan totalitas pada 3 September 2081.

Pada fenomena tersebut, hingga sekitar 99 persen permukaan Matahari diperkirakan tertutup dari lokasi tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Share